Warga Syiah yang Meninggal Diizinkan Kembali ke Sampang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah keluarga Syiah keluar dari tempat pengungsian untuk di pindahkan dari GOR Bulutangkis, Sampang, Madura, (20/6). 162 warga Syiah di pindahkan dari tempat pengungsiang usai ribuan warga dan ulama menuntut mereka keluar dari Madura. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah keluarga Syiah keluar dari tempat pengungsian untuk di pindahkan dari GOR Bulutangkis, Sampang, Madura, (20/6). 162 warga Syiah di pindahkan dari tempat pengungsiang usai ribuan warga dan ulama menuntut mereka keluar dari Madura. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Sampang - Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mengizinkan jenazah Busidin, 65 tahun, dikubur di kampung halamannya di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben. Busidin adalah satu di antara ratusan warga yang terusir dan mengungsi ke Sidoarjo, juga di Jawa Timur, karena konflik antara Syiah dan Sunni di daerah tersebut pada 2012.

    "Ini kan meninggal, saya kira boleh saja dikuburkan di desanya kalau keluarga mau," kata Wakil Bupati Sampang Fadilah Boediono kepada Tempo, Minggu, 27 September 2015.

    Namun, Fadilah mengingatkan, sebelum jenazah Busidin dibawa ke Sampang untuk dikebumikan, pihak keluarga sebaiknya berkoordinasi terlebih dulu dengan TNI atau Polri untuk mendapat pengawalan. "Biar semua lancar tanpa hambatan," ujarnya.

    Baca juga:
    Sebagian Jemaah Haji Indonesia yang Hilang Sudah Ditemukan
    Kapolda Tito: Mulai Hari Ini, Perpanjangan SIM Bisa Online

    Sebelumnya, Busidin, warga Syiah Sampang, meninggal karena penyakit komplikasi yang dideritanya di pengungsian di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu pagi, 27 September 2015. Pemimpin Syiah Sampang, Iklil Al Milal, menerangkan, Busidin dirawat di Rumah Sakit Siti Khodijah dan sebenarnya mendapat rujukan ke Rumah Sakit Umum Dr Soetomo di Surabaya.

    Namun, oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Jawa Timur—yang menangani masalah pengungsian itu, perawatan Busidin diarahkan ke Rumah Sakit Umum Sidoarjo.

    Iklil mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan keluarga terkait dengan pemakaman jenazah. "Kalau pesan almarhum minta dimakamkan di kampung halaman di Blu'uran, Sampang," tuturnya, sambil menambahkan, Busidin meninggalkan seorang istri dan empat anak.

    Saat ini jumlah pengungsi Syiah Sampang di Rumah Susun Puspa Agro di Jemundo, Sidoarjo, sebanyak 320 jiwa, terdiri atas 74 keluarga. Mereka berada di pengungsian sejak 20 Juni 2013 setelah sebelumnya sempat ditampung di Gedung Olahraga Sampang selama sembilan bulan.

    MUSTHOFA BISRI

    Simak juga:
    Risma Pamitan ke Warga Surabaya, Lalu 'Dikuntit' Panwaslu
    Begini Cara Ahok Agar Jakarta Tak Kalah oleh New York

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.