Risma Pamitan ke Warga Surabaya, Lalu 'Dikuntit' Panwaslu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini usai melakukan pertemuan dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi di ruang kerjanya, di Gedung KemenPAN-RB, Jakarta, 4 Agustus 2015. Dalam pertemuan tersebut, Risma membahas kurangnya tenaga dokter spesialis dan guru Pegawai Negeri Sipil di Surabaya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini usai melakukan pertemuan dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi di ruang kerjanya, di Gedung KemenPAN-RB, Jakarta, 4 Agustus 2015. Dalam pertemuan tersebut, Risma membahas kurangnya tenaga dokter spesialis dan guru Pegawai Negeri Sipil di Surabaya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Pengawas Pemilu Kota Surabaya mengawasi agenda pamitan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana, di Taman Bungkul, Surabaya, Minggu pagi, 27 September 2015. Mereka ikut berbaur di antara ratusan warga yang menikmati Car Free Day pada pagi itu.

    Ketua Panwaslu Kota Surabaya Wahyu Hariyadi mengatakan Panitia mengawasi sejak pagi hingga selesai. Dia menyatakan tidak menemukan pelanggaran dalam agenda itu, yang bertepatan dengan hari pertama masa kampanye pemilihan wali kota dan wakil wali kota untuk periode 2015-2020. 

    Dalam pemilihan itu, Risma-Whisnu menjadi pasangan calon inkumben. Keduanya mendapat tantangan dari Rasiyo-Lucy Kurniasari yang diusung koalisi Partai Demokrat dan PAN. "Tidak masalah karena dia (Risma) tidak berkampanye saat ini," kata Wahyu di Taman Bungkul, Minggu, 27 September 2015.

    Baca juga:
    Tragedi Mina, Korban Meninggal Mencapai 769 Orang
    Kabut Asap, 6 Kota di Indonesia dalam Kondisi Level Bahaya

    Kalaupun berkampanye, Wahyu menambahkan, apa yang dilakukan Risma maupun Whisnu masih dalam koridor alias tidak ada pelanggaran.

    Risma sebelumnya menyatakan kehadirannya di Taman Bungkul untuk menikmati Car Free Day sekaligus menyapa warga Surabaya menjelang akhir masa jabatannya. Risma juga menyampaikan maaf kepada warga Surabaya apabila selama masa jabatannya itu ada khilaf ataupun kesalahan. Dia berharap semua warga Surabaya ikut menjaga infrastruktur yang selama ini telah dibangunnya.

    Pesan pun diselipkannya agar warga Surabaya tak hanya menjadi penonton di kotanya sendiri, sehingga apa yang telah dicapai lima tahun terakhir tidak sia-sia. "Saya harap warga Surabaya bisa menjadi pemenang di kotanya sendiri pada 2015 ini," ujarnya.

    Adapun Whisnu, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Surabaya, berharap pilkada tidak membuat warga Surabaya terpecah. "Mari bersatu menjadikan Kota Surabaya lebih baik," tuturnya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH

    Simak juga:
    Anne Hathaway Buka-bukaan Soal Film The Intern
    Begini Cara Ahok Agar Jakarta Tak Kalah oleh New York

    Video Terkait:

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.