Tragedi Mina, Jemaah Indonesia yang Wafat Bertambah Jadi 19

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga memperlihatkan foto korban tragedi Mina, almarhum Hamid Atwi Tarji Rofia di kediamannya di desa Muneng Kidul, Sumberasih, Probolinggo, Jawa Timur, 25 September 2015. Berdasarkan data dari Kanwil Kemenag Jawa Timur, tiga korban tragedi di Mina berasal dari Indonesia. ANTARA/Moch Asim

    Keluarga memperlihatkan foto korban tragedi Mina, almarhum Hamid Atwi Tarji Rofia di kediamannya di desa Muneng Kidul, Sumberasih, Probolinggo, Jawa Timur, 25 September 2015. Berdasarkan data dari Kanwil Kemenag Jawa Timur, tiga korban tragedi di Mina berasal dari Indonesia. ANTARA/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekah Arsyad Hidayat kembali merilis jemaah haji yang sudah teridentifikasi wafat pada peristiwa Mina, Kamis, 24 September 2015. “Jemaah haji yang wafat pada rilis kami sebelumnya sebanyak 14 orang, saat ini menjadi 19 orang,” kata Arsyad dalam keterangan tertulis di Daker Mekah, Ahad, 27 September 2015, seperti dikutip dari situs Kemenag.go.id.

    Dari jumlah itu, lima jemaah yang wafat adalah Nero Sahi Astro (kloter SUB 48 dengan nomor paspor B1225386), Rochmani Pawiroredjo Karsodikromo (SUB 61/B1045049), Siti Muanifah Zainudin Sahlan (SUB 61/B1469941), Rasno Asyidik Kardan (JKS 61/B0745304), dan Sri Prabandari Markani (SOC 62/B0875692).

    "Jumlah korban cedera dan dirawat di rumah sakit Arab Saudi masih sama dengan informasi sebelumnya, yaitu sebanyak enam orang,” ujar Arsyad.

    Ketika ditanya soal kondisi enam jemaah yang dirawat, Arsyad  menjelaskan bahwa di antara mereka ada yang terluka karena terinjak, luka karena terdesak dari samping, juga karena adanya dorongan dari belakang. “Sampai saat ini mereka masih dirawat, mudah-mudahan bisa segera kembali ke kloter masing-masing.”

    Arsyad menambahkan, sampai Ahad pagi, jumlah jemaah haji yang dilaporkan belum kembali telah berkurang dari semula dilaporkan sebanyak 112 orang menjadi 99 orang. Rinciannya, kloter BTH 14 sebanyak 10 orang, kloter SUB 48 sebanyak 17 orang, kloter JKS 61 sebanyak 57 orang, kloter UPG 10 sebanyak 8 orang, dan kloter SOC 62 sebanyak 7 orang.

    Selain itu, jemaah haji Indonesia yang bermukim di Arab Saudi dan menjadi korban meninggal dalam musibah tersebut ada tiga orang. Yakni, Akhmad Jamhuri bin Hisyam dengan nomor iqomah 2362046928, Wartoyo Usman Kalib dengan nomor iqomah 2389005337, dan Asdinur Sanuri Hamzah dengan nomor iqomah 2381436951. Tiga orang tersebut tercatat bekerja di perusahaan Bin Ladin.

    Arsyad mengatakan tim terus bekerja mencari informasi terkait dengan masih adanya jemaah yang belum kembali ke pemondokan dengan menyisir rumah sakit Arab Saudi. Selain itu, pihaknya mengidentifikasi jenazah para korban yang ada di tempat pemulasaran Al Mu'ashim, Mekah.

    DANANG FIRMANTO





    Baca juga:
    Disebut Ahok Berotak Kelas Dua, Ini Reaksi Mengejutkan Jaya Suprana
    Dilaporkan Tewas 30 Tahun Lalu, Wanita Ini Ternyata Hidup




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.