TRAGEDI MINA, Persis: Penyebab Masih Simpang Siur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenda para penggemar Apple saat menunggu toko dibuka untuk mendapatkan iPhone 6s dan 6s Plus di Sydney, Australia, 24 September 2015. Untuk iPhone 6s dibandrol sekitar 12 juta - 15 juta rupiah, sedangkan 6s Plus 13 juta - 17 juta rupiah. AP/Glenn Nicholls

    Tenda para penggemar Apple saat menunggu toko dibuka untuk mendapatkan iPhone 6s dan 6s Plus di Sydney, Australia, 24 September 2015. Untuk iPhone 6s dibandrol sekitar 12 juta - 15 juta rupiah, sedangkan 6s Plus 13 juta - 17 juta rupiah. AP/Glenn Nicholls

    TEMPO.CO, Bandung - Pelaksana Harian Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam Wawan Sofwan mengaku belum mengetahui penyebab jemaahnya terjebak di jalur 204 saat ritual melempar jumrah di Mina.

    “Simpang-siur, isunya sudah terlalu banyak, dan kita belum mendapat kepastian,” kata dia di kantor sekretariatnya di Bandung, Sabtu, 26 September 2015.

    Wawan mengatakan organisasinya memilih menunggu informasi resmi soal penyebab terjadinya tragedi Mina. “Kejadian ini apa sebabnya, kita masih gelap, masih menunggu,” kata dia.

    Menurut Wawan, ada banyak kemungkinan terjadinya insiden itu. “Bisa ada kebijakan mendadak umpamanya, bisa juga karena human error,” kata dia. “Tampaknya ada penumpukan jemaah, ada apa? Kenapa jalan ke sana?”

    Prosesi lempar jumrah di Mina diikuti jutaan calon haji. Satu orang jatuh dalam satu jalur yang padat. Jika tidak buru-buru diberdirikan bisa menyebabkan orang di belakangnya ikut terjatuh. “Di depan lautan manusia, di belakang lautan manusia,” kata dia.

    Wawan membantah soal adanya pengaturan jadwal melakukan ritual lempar jumrah pada tanggal 10 Zulhijah pada Kamis, 24 September 2015. “Seolah-olah ada pelanggaran jadwal. Kalau tanggal 10 itu belum ada pengaturan jadwal. Semuanya dibebaskan memilih dari waktu Dhuha hingga menjelang Maghrib. Setelah tanggal 11, 12, baru ada pengaturan jadwal dari jam sekian ke sekian,” kata Wawan.

    Wawan mengatakan tidak sembarangan rombongan dibolehkan keluar dari tenda di maktab Mina. “Ada penjaga di gerbang. Kalau bukan waktunya, tidak bisa keluar,” kata dia. “Di Mina, satu maktab itu ada gerbang, ada penjaganya, dan kalau sampai keluar semua itu pasti ada izin.”

    Menurut Wawan, pelaksanaan haji tahun ini relatif jauh lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya. “Mulai dari makanan, pemondokan, lebih baik, lebih teratur. Tiba-tiba ada kejadian ini. Kita belum tahu sebab pastinya, sehingga kita belum bisa menilai,” kata dia.

    Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam Irfan Safrudin mengatakan saat pelaksanaan haji, prosesi lempar jumrah di Mina yang paling krusial. “Agak tidak teratur karena lautan manusia,” kata dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.