Tragedi Mina, Saksi: Setiap Hari Ada Kabar Duka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenazah jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer

    Jenazah jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Bandung - Maria Hafsah Yudha, jemaah haji asal Kabupaten Bandung yang tergabung dalam kloter JKS 61, mengatakan, di maktab, setiap hari ada kabar duka semenjak tragedi Mina pada Kamis lalu. “Dari tiga orang sampai hari ini sudah 16 orang,” kata Maria saat dihubungi Tempo, Sabtu, 26 September 2014. Setiap ada kabar korban meninggal dunia selalu disertai tangisan. “Kalau ada yang meninggal lagi, ada yang menangis.”

    Maria mengatakan ia hampir menjadi korban tragedi Mina. Kelompoknya yang terakhir berbelok menuju Jamarat dari masuk jalur Qodarullah. “Setelah kami satu grup masuk jalur kanan, terus jalurnya ditutup dulu, yang lain diarahkan ke kiri. Nah, rombongan yang ke kiri itu yang kena musibah,” ujar Maria. “Ada yang lagi jalan bergandengan, tiba-tiba istrinya terpental dan hilang, lalu meninggal. Ada bapak-bapak yang meninggal akibat menahan arus dari rombongan di depan demi melindungi istrinya.”

    Menurut Maria, grup yang masuk ke jalur kiri sebagian besar berasal dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Persatuan Islam (KBIH Persis). Jumlah jemaah yang meninggal dunia, kata dia, masih belum jelas. Sedikitnya 30 jemaah dari rombongan itu belum jelas kabarnya. Terakhir yang dia ketahui baru delapan orang yang kembali ke tenda di Maktab, Mina.

    Suasana saat tragedi Mina, Kamis lalu, mencekam. Maria yang selamat dari tragedi itu sempat beristirahat di samping Rumah Sakit Mina Aljisr, di bawah jembatan layang. Dia ingat, waktu itu pukul 2 siang. Suasana di sekitar Rumah Sakit Mina Aljisr mencekam. Suara sirene meraung-raung dari ambulans yang lalu-lalang. “Korban banyak yang dievakuasi ke rumah sakit ini. Menurut teman yang menolong seorang bapak yang istrinya jadi korban, tumpukan mayat bisa mencapai hampir 1 meter,” tutur Maria.

    Hingga saat ini, informasi jumlah jemaah Indonesia yang menjadi korban tragedi Mina masih simpang siur. Menurut Maria, berdasarkan informasi yang beredar di antara para jemaah, korban tragedi Mina yang berasal dari kloternya ada 16 orang. “Ada 16 orang meninggal dunia dari kloter 61, 50 orang dirawat di rumah sakit,” ucapnya.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.