Tragedi Mina, 6 Jemaah Haji Indonesia Dirawat di Rumah Sakit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria menunjukkan foto keluarganya yang menghilang pasca tragedi Mina di sebuah rumah sakit di Mina, 25 September 2015. Tragedi Mina merupakan musibah kedua yang terjadi dalam ibadah haji tahun ini. MOHAMMED AL-SHAIKH/AFP/Getty Images

    Seorang pria menunjukkan foto keluarganya yang menghilang pasca tragedi Mina di sebuah rumah sakit di Mina, 25 September 2015. Tragedi Mina merupakan musibah kedua yang terjadi dalam ibadah haji tahun ini. MOHAMMED AL-SHAIKH/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta -Sejumlah korban luka tragedi Mina masih dirawat di rumah sakit. Menurut data terakhir Kementerian Agama, saat ini terdapat 6 korban luka. Mereka dirawat di rumah sakit Jizrul Mina sebanyak tiga orang, di rumah sakit King Abdullah satu orang, di Klinik 107 Makkah satu orang, dan di rumah sakit King Fahd Angkatan Bersenjata di Jeddah satu orang.

    Abdul Jamil, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, mengatakan bahwa pihaknya juga telah mendapatkan hasil identifikasi dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengenai korban meninggal tragedi Mina. Berdasarkan hasil koordinasi dan penelusuran, kata dia, didapati total 14 orang jemaah Indonesia meninggal dunia. “Saat ini tercatat 14 orang korban wafat yang semua sudah diketahui identitasnya,” kata Abdul, Sabtu, 26 September 2015.

    Setelah menerima data dari Pemerintah Arab Saudi, katanya, pihaknya telah melakukan verifikasi data kembali terkait identitas korban, melihat kondisi korban, dan mencocokkan data dengan data Siskohat dan E-hajj. “Selanjutnya, menghubungi ketua kloter dan keluarga korban untuk memastikan bahwa jemaah adalah jemaah haji Indonesia,” katanya.

    Abdul mengatakan bahwa pihak Indonesia baru mendapatkan akses untuk masuk rumah sakit dan persemayaman jenasah Majma Thawari bil Muashim, pada Jumat 25 September kemarin malam. “Tepatnya pukul 23.00 waktu Arab Saudi,” katanya. “Karena kejadian ini menimbulkan korban dari berbagai negara, maka proses identifikasi tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang."

    Dengan prosesi lontar jumrah yang masih berlanjut, ia mengimbau agar jemaah haji Indonesia mematuhi jadwal lontar. “mematuhi jadwal melontar dengan tidak melakukannya pada waktu yang padat, guna menghindari kejadian yang tidak kita inginkan,” katanya.

    Selain itu, ia menegaskan bahwa petugas harus memperhatikan jemaah haji lanjut usia dan berisiko tinggi. “Pada saat melontar jumrah tidak meninggalkan mereka berjalan sendirian terpisah dari rumbongan dan menghindari salah jalan ke pemondokan,” kata Abdul.

    ARKHELAUS WISNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.