Kemenag Kalbar Pastikan Adryansyah Tewas dalam Tragedi Mina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membawa jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer

    Petugas membawa jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Pontianak - Kepala Kantor Kementerian Agama Kalimantan Barat, Syahrul Yadi, membenarkan rilis resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia mengenai Adryansyah yang menjadi salah satu dari 14 jemaah haji asal Indonesia yang berhasil teridentifikasi. “Adryansyah salah satunya. Jadi ada dua jemaah asal Kalbar. Lainnya informasi tidak resmi,” kata dia, Sabtu, 26 September 2015.

    Syahrul meminta semua pihak menahan diri dalam pemberitaan mengenai musibah di Mina. Artinya, sebelum ada keterangan resmi dari Kementerian Agama RI, belum bisa memastikan jemaah tersebut meninggal akibat peristiwa di Mina.

    Adryansyah (28) tercatat sebagai jemaah kesembilan yang berhasil diindentifikasi. Adryansyah Idris Usman, kloter Batam (BTH) 14 dengan nomor paspor A3826040. Adryansyah berhaji dengan adik kandungnya, Arninda Idris Usman (26) yang kini dirawat di King Abdullah Medical City Makkah.

    Sementara ini, kata dia, petugas haji Indonesia di Arab Saudi masih terus berupaya mengidentifikasi korban. "Yang teridentifikasi baru Busyaiyah," katanya.

    Tidak bermaksud memberikan harapan pada keluarga jemaah haji di Pontianak, kata Syahrul, namun karena terkait data identitas dan kematian seseorang, maka sebelum rilis resmi, tidak akan ada keterangan dari Kementerian Agama Kalimantan Barat.

    "Semua keluarga mengaku mendapat telepon dari seseorang di Arab Saudi. Jangan sampai keadaan duka ini dimanfaatkan seseorang," kata Syahrul.

    Bahkan, untuk belasan jemaah yang hilang kontak, Syahrul berasumsi jemaah tersebut tengah tersesat. Perbedaan bahasa menjadi kendala mereka untuk kembali ke tenda masing-masing.

    Idris Usman sendiri tampak telah menerima kehilangan Adryansyah yang merupakan anak lelakinya tersebut. “Sesungguhnya Kita Semua adalah milik Allah dan kita semua pasti akan kembali kepada Allah,” tulis Idris Usman di laman facebook miliknya. Usman menambahkan, kepada semua yang kenal, apabila ada kesalahan dan kehilafan anaknya mohon untuk dimaafkan.

    ASEANTY PAHLEVI

    Video Terkait:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.