Rampas Pistol Polisi, Pelaku Perkosaan Coba Kabur, lalu...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Machfoed Gembong

    TEMPO/ Machfoed Gembong

    TEMPO.CO, Makassar - Jufri Abdullah, 23 tahun, tersangka kasus pencurian dan pemerkosaan terhadap Bunga (bukan nama sebenarnya) di rumah kos di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, tewas tertembak. Dada kiri Jufri diterjang timah panas anggota Kepolisian Resor Kota Besar Makassar saat menunjukkan tempat kejadian perkara, Sabtu, 26 September 2015.

    "Tersangka berulah saat pengembangan kasus. Tersangka melawan untuk meloloskan diri dengan cara merampas senjata petugas sehingga ditembak," kata juru bicara Polrestabes Makassar, Komisaris Andi Husnaeni, Sabtu, 26 September 2015.

    Tersangka, kata Husnaeni, akhirnya meninggal dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara. "Tindakan aparat sudah sesuai prosedur yakni didahului tembakan peringatan, tapi diabaikan," ujarnya.

    Jufri melakukan pencurian dan pemerkosaan terhadap Bunga di rumah kos korbannya, beberapa hari lalu. Modus kejahatannya yakni memanfaatkan kelengahan korban.

    Jufri mengetuk pintu kamar Bunga, dan saat dibuka langsung masuk untuk menodongkan badik kepada korban. Setelahnya, Jufri menyekap Bunga dengan mengikat tangan dan kaki serta menutup mulut korban dengan lakban.

    Semua barang berharga yang ada di kamar kos Bunga digasak Jufri. Dia kemudian mencabuli korbannya yang sudah tidak berdaya. Husnaeni menjelaskan kepolisian akhirnya berhasil mengungkap kasus itu setelah beberapa hari melakukan penyelidikan. Jufri dicokok di rumahnya di Gowa dan langsung dibawa untuk pengembangan.

    "Dalam proses itulah yang bersangkutan melawan sehingga ditembak," ucapnya.

    Kepolisian telah menyita sejumlah barang bukti berupa barang yang dipakai Jufri melakukan aksinya dan barang berharga milik Bunga. Di antaranya, 1 unit sepeda motor Honda Scopy DD-5299-MG, tas ransel warna hitam, 1 unit laptop, 2 unit telepon seluler, sebuah tas make-up, dan sebilah senjata tajam jenis badik.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.