INSIDEN MINA: Manajemen Haji Indonesia Diklaim Paling Bagus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jutaan umat Muslim di dunia melakukan Wukuf di padang Arafah sebagai bagian dari ibadah Haji di luar kota suci Mekkah, 23 September 2015. Wukuf dilaksanakan hanya pada satu hari (siang hari) pada tanggal 9 Dzulhijjah dalam penanggalan Hijriyah. REUTERS

    Jutaan umat Muslim di dunia melakukan Wukuf di padang Arafah sebagai bagian dari ibadah Haji di luar kota suci Mekkah, 23 September 2015. Wukuf dilaksanakan hanya pada satu hari (siang hari) pada tanggal 9 Dzulhijjah dalam penanggalan Hijriyah. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Seksi Informasi Haji Kementerian Agama Affan Rangkuti mengatakan bahwa manajemen haji Indonesia paling hebat, mendapat predikat nomor satu dalam manajemen haji dari organisasi Islam yang bermarkas di Inggris pada 2014. Indonesia jadi negara nomor wahid yang mampu menyelenggarakan ibadah haji dalam jumlah besar dan terorganisasi. "Indonesia mendapat apresiasi dari negara-negara Islam besar lainnya selama 14 tahun terakhir," kata Affan, saat dihubungi Tempo, Jumat, 25 September 2015.

    Affan enggan menyimpulkan permasalahan insiden Mina akibat tak adanya mekanisme yang baik dalam pelaksanaan ibadah haji negara-negara di Timur Tengah dan Afrika. Akan tetapi, ia mengatakan, sistem haji yang melibatkan pemerintah seperti Indonesia menjadi nilai positif pelaksanaan ibadah lebih teratur dan terorganisasi. "Manajemen kami sudah sangat rapi," kata Affan.

    Menurut dia, lima negara Islam besar seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Turki, Mesir, dan Yordania telah belajar soal manajemen pelaksanaan ibadah haji di Indonesia. Sistem serupa sudah diadopsi Malaysia, Turki, dan Mesir, akan tetapi jumlah jemaah mereka tak sebesar Indonesia. "Mereka kagum Indonesia mampu mengorganisir jemaah haji dalam jumlah besar di satu waktu," kata Affan.

    Jemaah haji asal Indonesia menjalankan ibadah dalam kelompok sesuai embarkasi yang diketuai pimpinan rombongan. Seluruh jadwal dan rute pelaksanaan ibadah sudah diatur dan dipimpin satu orang sebagai acuan. Hal ini berbeda dengan beberapa jemaah dari negara lain yang menjalankan ibadah haji secara pribadi atau kelompok kecil. Jumlah ini dapat menyebabkan penumpukan jemaah di satu waktu karena tak ada pengaturan jadwal atau giliran.

    FRANSISCO ROSARIANS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.