Tragedi Mina, YLKI: Jangan Abaikan Keselamatan Haji  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi. Tempo/Tony Hartawan

    Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi meminta semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan haji untuk tidak mengabaikan keselamatan jemaah haji. Pernyataan itu menanggapi tragedi di Mina yang menyebabkan lebih dari 700 orang umat Islam meninggal akibat terinjak saat hendak mengikuti prosesi lempar jumrah. Dalam rilis yang diberikan pada Jumat, 25 September 2015, Tulus berkata bahwa selain ibadah, keselamatan jemaah haji adalah hal paling penting.

    Menurut Tulus, tugas menjaga keselamatan para jemaah haji itu ada di tangan pemerintah Indonesia, para pembimbing haji, dan juga pemerintah Arab Saudi. “Seharusnya pemerintah dan para pembimbing haji lebih menekankan keselamatan,” ujar Tulus.

    Menurut Tulus, penanganan haji memang memiliki tingkat kesulitan tinggi. “Ada jutaan manusia yang menyemut dan memenuhi tempat itu dalam waktu bersamaan,” ucapnya. Karena itu semua pihak mesti bersama-sama terlibat untuk mewujudkan pelaksanaan haji yang nyaman dan aman.

    Tulus meminta pemerintah Arab Saudi memperbaiki sistem kepengamanan jemaah haji, “Seharusnya pemerintah Arab Saudi memasang rambu-rambu tanda bahaya dalam berbagai bahasa agar jemaah dapat berhati-hati sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali,” katanya. Ia juga meminta supaya korban di Mina juga diberi santunan. “Pemerintah Arab Saudi harus juga bertanggung jawab juga. Kita tuntut agar pemerintah Arab Saudi memberikan ganti rugi setimpal.”

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.