TRAGEDI MINA: Duka Menyergap Warga Probolinggo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenda para penggemar Apple saat menunggu toko dibuka untuk mendapatkan iPhone 6s dan 6s Plus di Sydney, Australia, 24 September 2015. Untuk iPhone 6s dibandrol sekitar 12 juta - 15 juta rupiah, sedangkan 6s Plus 13 juta - 17 juta rupiah. AP/Glenn Nicholls

    Tenda para penggemar Apple saat menunggu toko dibuka untuk mendapatkan iPhone 6s dan 6s Plus di Sydney, Australia, 24 September 2015. Untuk iPhone 6s dibandrol sekitar 12 juta - 15 juta rupiah, sedangkan 6s Plus 13 juta - 17 juta rupiah. AP/Glenn Nicholls

    TEMPO.CO, Probolinggo -Nero bin Astro Sahi, 57 tahun, warga Desa Triwungan, Kecamatan Kota Anyar, Kabupaten Probolinggo adalah salah satu dari tiga warga Probolinggo yang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi Mina, Kamis kemarin, 24 September 2015. Pantauan TEMPO di rumah duka, suasananya berkabung.

    Tamu datang silih berganti sejak Jumat pagi, 25 September 2015. Sebuah tenda terpal terpasang. "Dengar Gus Ipul mau datang, kami pasang terpal. Lagipula, banyak orang yang datang untuk takziah," kata Haryono, kerabat dekat Murti Ningsih, istri almarhum Nero, korban luka tragedi Mina. Menurut Haryono, kabar meninggalnya Nero diketahui dari foto yang diterima keluarga korban di rumah.

    Begitu melihat bahwa foto wajah korban diduga kuat adalah Nero, keluarga korban pasrah. Foto wajah korban sudah diterima sejak Kamis kemarin. "Keluarga sudah ikhlas," kata Haryono. Dia juga mengatakan yang masih terus berkomunikasi hingga saat ini adalah Indah Nuryani, anak pertama korban. "Indah masih kontak dengan ibunya melalui WhatsApp," kata Haryono.

    Menurut Haryono, istri korban saat ini masih menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Mina karena luka-luka yang dialami. Murti Ningsih juga belum mengetahui kalau suaminya itu sudah meninggal dunia seperti yang dipercaya keluarga korban di Kabupaten Probolinggo. Ihwal meninggalnya Nero, secara fisik belum bisa dibuktikan karena gelangnya terlepas. "Kalaupun memang sudah meninggal dunia, keluarga sudah ikhlas," katanya.

    Sedang anak korban yang di Probolinggo saat ini masih tampak lelah. Matanya tampak sembab karena terlalu sering menangis. Menurut Haryono, Indah tampak sangat khawatir dengan kondisi ibunya. "Apalagi mendengar kalau ibunya mau dioperasi," kata Haryono. Ihwal meninggalnya Nero ini, tampaknya juga sudah diyakini Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Propinsi Jawa Timur, Mahfud Shodar.

    "Nero sampai sekarang masih identifikasi," kata Mahfud, Jumat, 25 September 2015. Hal ini dikarenakan gelangnya lepas. "Akibatnya belum ada kepastian. Tetapi menurut kabar, termasuk korban meninggal." Namun, pihaknya juga belum bisa mengatakan sebagai korban meninggal dunia.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.