Yogya Diguncang Gempa 4,6 SR, Karakternya Mirip Gempa 2006  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Yogyakarta- Warga di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya Kabupaten Gunungkidul, Bantul, dan Kota Yogyakarta dikejutkan dengan gempa berkekuatan 4,6 skala Richter, Jumat petang, 25 September 2015, pukul 20.28 WIB.

    "Pusat gempa di barat Llut Gunungkidul," ujar Yudha Tintana, forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta, kepada Tempo.

    Gempa yang terjadi kurang dari 30 detik itu memiliki kedalaman sepuluh kilometer dan termasuk gempa darat yang dangkal sehingga getarannya sangat bisa dirasakan warga. "Terutama warga Bantul, dengan MMI III hingga IV," ujar Yudha.

    Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul Nugroho Wahyu menuturkan, dari koordinat gempa yang berada di lokasi 7.95 Lintang Selatan dan 110.52 Bujur Timur (12 kilometer barat laut Gunungkidul), posisi getaran itu berada di perbatasan Kabupaten Gunungkidul dan Bantul, antara Kecamatan Purwosari dan Kecamatan Kretek. "Belum ada informasi kerusakan meskipun gempa cukup terasa karena gempa darat," ujarnya.

    BPBD pun belum menginstruksikan warga melakukan langkah-langkah seperti mengungsi antisipasi gempa susulan. "Karakter gempa darat yang dangkal seperti ini juga terjadi tahun 2006," ujar Wahyu.

    Pada 2006 menjadi kenangan buruk bagi warga Yogyakarta terutama Bantul, ketika gempa berkekuatan 5,9 SR menewaskan ribuan jiwa dalam sekejap.

    Komandan Tim Reaksi Cepat BPBD DIY Pristiawan menuturkan saat ini tengah melakukan assessment pada lokasi terdekat pusat gempa. "Jika tadi durasi gempanya agak lama, mungkin akan lain cerita, saat ini tim BPBD sedang cross-chek lokasi dan Camat Saptosari serta Purwosari, Gunungkidul, sementara semua kondisi baik," ujar Pristiawan.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.