Setelah Tragedi Mina, 225 Jemaah Indonesia Belum Kembali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah jamaah Haji tiba di Mina usai wukuf di Arofah saat melakukan rangkaian ibadah Haji di Mekkah, 4 Oktober 2014. Kedatangan jamaah Haji di Mina untuk melakukan lempar Jumrah. REUTERS

    Sejumlah jamaah Haji tiba di Mina usai wukuf di Arofah saat melakukan rangkaian ibadah Haji di Mekkah, 4 Oktober 2014. Kedatangan jamaah Haji di Mina untuk melakukan lempar Jumrah. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Daerah Kerja Mekah Arsyad Hidayat mengatakan 225 jemaah Indonesia belum kembali ke kelompok terbang masing-masing setelah insiden Mina. "Itu dari tiga daerah dan data terakhir pada pukul 07.00, waktu Arab Saudi," kata dia dalam keterangannya, Jumat, 25 September 2015.

    Asryad menjelaskan jemaah yang belum kembali berasal dari Batam (BTH 14) sebanyak 14 orang, Surabaya (SUB 48) sebanyak 19 orang, dan 192 orang dari embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 61). Menurut dia, ada kemungkinan jemaah yang belum kembali ke tendanya itu bukan karena peristiwa Mina.

    Untuk mencari jemaah itu, kata dia, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi menelusuri rumah sakit, pemondokan, dan Masjidil Haram. "Masyarakat jangan memaknai hilangnya jamaah merupakan korban peristiwa Mina," katanya.

    Selain jemaah yang hilang, ucap Arsyad, ada enam jemaah yang luka-luka dan masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi. Dari BTH 14 adalah Zulaiha Alam dengan nomor paspor B1306305 yang dirawat di rumah sakit Jizrul Mina, Arninda Idris nomor paspor B1307797 di rumah sakit King Abdullah, dan Fadillah Nurdin nomor paspor B1306258 di Klinik 107, Mekah.

    Dari kloter JKS 61, kata dia, ada dua orang yang dirawat di rumah sakit Jizrul Mina. Mereka adalah Ubaid bin Komaruddin dengan nomor paspor B0745300 dan Ending bin Rukanda dari kloter JKS 61 dengan nomor paspor B0745297. "Terakhir dari Medan (MES 7), Yusniar Abdul Malik, B1060451, dirawat di rumah sakit Al Nur," ujar Arsyad.

    Menurut Arsyad, untuk korban meninggal masih sama seperti kemarin yakni tiga orang. Dua korban wafat sudah ada yang berhasil diidentifikasi petugas, yaitu Busyaiyah Sahrel Abdul Gafar dari kloter BTH 14 asal Pontianak, Kalimantan Barat, dan Hamid Atwi Tarji Rofia dari kloter SUB 48 Probolinggo. "Satu lagi identitasnya masih diidentifikasi," katanya.

    HUSSEIN ABRI YUSUF

    Artikel Menarik:
    Gawat, Inilah yang Menyebabkan Sepak Bola Bisa Mati Pelan-pelan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.