Surat Terakhir Adnan Buyung untuk Anak-Anak Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adnan Buyung Nasution. TEMPO/Nita Dian

    Adnan Buyung Nasution. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Adnan Buyung Nasution, pengacara senior telah berpulang Rabu 23 September 2015. Ia meninggalkan sejumlah kenangan, dan warisan bagi banyak kalangan, terutama bagi negeri ini. Banyak hal dilakukan selama lima tahun terakhir, termasuk menuliskan sepucuk surat terakhir, untuk generasi Indonesia mendatang.

    Surat terakhir Adnan Buyung ini ditulis tahun 2012, dan dikumpulkan TempoInstitute Indonesia untuk program Menjadi Indonesia. Surat terakhir Adnan Buyung, menjadi satu dari 120 tokoh dari berbagai bidang dan terkumpul dalam "Surat dari dan untuk Pemimpin."

    Berikut ini isi suratnya:

    Anak-anak Indonesia yang Abang cintai dan banggakan,

    Kita mungkin tidak pernah saling bertatap muka dan barangkali sebagian besar dari kalian ketika membaca surat ini baru pertama kalinya mengenal nama Adnan Buyung Nasution.

    Kita bisa jadi hidup di masa yang sama dan tempat yang berdekatan, atau hidup di masa yang sama sekali berbeda dan tempat yang berjarak: di kota-kota, dusun-dusun, pulau-pulau yang terbentang di nusantara, atau bahkan nun jauh di negeri orang.

    Tapi Abang sangat yakin bahwa waktu dan jarak itu bukanlah pemisah, karena kita telah dieratkan di dalam satu tanah air Indonesia, satu bangsa Indonesia, dan satu bahasa Indonesia, sebagaiman yang telah dikrarkan para pejuang pendahulu kita melalui Sumpah Pemuda.

    Kesadaran Abang mengenai ikatan kebangsaan itu sudah muncul sejak masa kanak-kanak di Yogyakarta, pada zaman revolusi kemerdekaan. Kondisi di masa itu tentu sangat jauh berbeda dengan suasana Abad ke-21 kini, ketika teknologi semakin canggih sehingga informasi pun menjadi sangat mudah diakses.

    Pengetahuan Abang lebih banyak bersumber dari kisah-kisah yang dituturkan Ayah. Profesi beliau sebagai jurnalis dan keterlibatannya dalam kelompok kaum pejuang pergerakan kemerdekaan (kaum Republiken), sehingga Ayah kerap melakukan perjalanan tugas ke berbagai daerah dan berjumpa dengan para tokoh-tokoh pejuang yang berasal dari berbagai suku bangsa di Indonesia, dan juga orang-orang dari bangsa lain.

    Lanjutan isi suratnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.