Warga Surabaya Diminta Kreasikan Kampanye Risma-Wisnu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat diwawancarai Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Arif Zulkifli di Kantor Tempo, Jakarta, 28 Agustus 2015. Dalam wawancara tersebut Risma menyatakan akan mengedepankan pendidikan bila terpilih menjadi Walikota Surabaya kembali. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat diwawancarai Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Arif Zulkifli di Kantor Tempo, Jakarta, 28 Agustus 2015. Dalam wawancara tersebut Risma menyatakan akan mengedepankan pendidikan bila terpilih menjadi Walikota Surabaya kembali. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Surabaya - Jika Rasiyo-Lucy Kurniasari mengandalkan gaya konvensional dalam kampanye, calon inkumben Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana memilih kampanye yang out of the box. Pasangan ini tidak menggunakan baliho maupun spanduk. "Out of the box itu artinya kampanye menggunakan crowdsourcing," kata juru bicara tim kampanye Risma-Whisnu, Didik Prasetiyono, kepada Tempo, Jumat, 25 September 2015.

    Tim pemenangan akan menampung ide-ide untuk kampanye Risma-Wisnu melalui media sosial. "Kami akan melibatkan warga Surabaya untuk memikirkan bentuk kampanye yang pas seperti apa."

    Tagline yang telah dipilih adalah Now and Then. Tagline ini, kata Didik, menggambarkan situasi pasangan Risma-Whisnu memimpin Surabaya kini dan nanti. "Tagline yang kedua adalah Bikin Bangga Surabaya yang menggambarkan kepemimpiman Risma-Whisnu yang membuat bangga rakyat Surabaya karena kemajuan kotanya.

    Tim kampanye juga telah memasukan logo kampanye Risma-Whisnu bahan ke dalam Google Drive terbuka. Tim mempersilakan warga Kota Surabaya yang ingin mencetak dan mengkreasikannya. "Ini juga berlaku untuk para relawan Risma-Whisnu," kata Didik.

    Sebelumnya, Rasiyo-Lucy dan penantangnya Tri Rismaharini-Wisnu Sakti Buana datang hampir bersamaan ke KPU. Hari ini mereka dijadwalkan mengikuti pengundian nomor urut.

    Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Risma-Wisnu, mendapatkan nomor urut dua sedangkan lawannya pasangan calon, Rasiyo-Lucy, mendapatkan nomor urut satu. Mereka akan berebut kursi sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya pada 9 Desember.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.