Jumlah Penduduk Miskin di Bali Turun, Pastika Belum Puas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • [TEMPO/ Santirta M]

    [TEMPO/ Santirta M]

    TEMPO.CO, Denpasar - Jumlah penduduk miskin di Bali menurun sebesar 0,02 persen yakni dari 4,76 persen di bulan September 2014 menjadi 4,74 persen di bulan Maret 2015.

    “Hal ini terjadi karena pertambahan jumlah penduduk miskin jauh lebih kecil dibandingkan pertambahan jumlah penduduk selama periode tersebut, “ kata Kepala BPS Provinsi Bali Panusunan Siregar pada Sosialisasi Indeks Pembangunan Manusia Metode Baru dan Kemiskinan Bali Maret 2015 di Ruang Wiswa Sabha Pratama, Kantor Gubernur Bali, Jumat, 25 September 2015.

    Menurunnya kemiskinan di Bali disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat Bali semakin menyempit yang ditandai dengan penurunan angka Gini Rasio dari 0,4418 pada September 2014 menjadi 0,3768 pada Maret 2015.

    Terjadi perbaikan pembagian “kue” pembangunan yang dinikmati oleh kelompok 40 persen penduduk terbawah dan kelompok 40 persen penduduk menengah di Provinsi Bali pada Maret 2015. Jika pada tahun September 2014 kelompok terbawah dan menengah hanya menikmati 14,29 persen dan 35,70 persen, kemudian bertambah menjadi 18,15 persen dan 38,25 persen.

    Sebab lainnya, tekanan inflasi yang lebih rendah pada periode Pebruari – Maret 2015 (0,13 persen) dibandingkan pada periode Agustus – September 2014 (1,01 persen). Jumlah Pengangguran di Bali menurun dari 44.126 orang pada Agustus 2014 menjadi 33.611 orang pada Februari 2015, atau berkurang sebanyak 10.515 orang atau sebesar 23,83 persen. Meningkatnya pekerja di sektor Informal dari 52,32 persen pada Agustus 2014 ke angka 52,67 persen pada Pebruari 2015.

    Saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Provinsi Bali berada di peringkat ke 5 dengan angka 72,48 dan berada diatas nilai IPM nasional sebesar 68,90. Namun pertumbuhan IPM Provinsi Bali masih berada di bawah tingkat nasional. Pertumbuhan IPM Provinsi Bali hanya 0,54 sedangkan di tingkat nasional sebesar 0,86.

    Menanggapi paparan itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengaku belum puas. “Kalau bisa cuma 1 persen saja kemiskinan di Bali, harusnya kalau kita mau kerja keras menanggulangi aspek – aspek penyebab kemiskinan, saya yakin angkanya itu bisa turun lagi,” tegasnya.

    Pastika yang mengaku dirinya tidak pernah puas jika berhubungan dengan kemiskinan. “Saya berambisi bisa melebihi DKI Jakarta dan membawa Bali bebas dari kemiskinan,” kata Pastika. Ia meminta jajarannya kembali menyisir desa – desa yang memiliki tingkat kemiskinan di atas 10 persen. Menurutnya hal tersebut dilakukan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.

    ROFIQI HASAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kakak Adik Marc dan Alex Marquez di Tim Honda, Tandem atau Rival?

    Honda resmi menunjuk Alex Marquez menjadi tandem Marc Marquez. Adik dan Kakak itu akan bertandem dalam satu tim. Atau akan bersaing?