Terusik Bising Suara Knalpot, Dua Pemuda Berduel, Lalu..  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO.CO, Sinjai - Persoalan sepele, hanya karena suara keras knalpot racing, dua pemuda di Kabupaten Sinjai terlibat saling duel. Korban, Asri, warga dusun Batu Desa Kassi Buleng, Kecamatan Sinjai Borong tewas seketika usai ditebas parang oleh warga sekampungnya, Kamis, 24 September 2015 pukul 10.00, Wita.

    Menurut laporan polisi, Asri berduel dengan pelaku, Zainal. Namun, naas, pelaku yang telah mengantongi sebilah benda tajam berupa parang terlebih dahulu mengayunkan ke arah korban. Zainal menebaskan beberapa kali pada bagian kepala, wajah dan bahu. Akibat serangan itu, Asri mengalami luka parah dan kondisi lukanya terbuka.

    Menurut warga setempat, Zakaria, bahwa kejadian itu diduga berawal saat pelaku Zainal melintas menggunakan motor dengan suara knalpot yang keras di depan rumah kepala dusun bernama Asis. Kemudian, salah satu saudara Azis, yakni korban Asri tersinggung dan menghampirinya.

    "Mereka berkelahi, tapi pelaku membawa parang dan akhirnya korban meninggal seketika," ujar Zakaria.

    Pasca kejadian itu, kata Zakaria, pihak keluarga korban berjumlahkan 30-an orang mendatangi rumah pelaku namun pelaku tidak berada ditempat. Hingga melampiaskan emosinya dengan melempar rumah yang mengakibatkan rumah porak-poranda. Namun suasana terkendali lantaran Polres Sinjai tiba mengamankan pelaku.

    Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sinjai, Ajun Komisaris Andi Rahmat telah menangkap pelaku Zainal ditempat persembunyiannya di Kabupaten Bulukumba. Anggota yang melakukan pencarian menemukan berada di pusat perkotaan.

    "Kami akan menjerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara 10 tahun keatas," ujarnya.

    ANDI ILHAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.