KSAD: Masih Ada Anggota TNI AD Arogan dan Mau Menang Sendiri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KSAD Jenderal TNI Mulyono (kiri depan) berjabat tangan dengan Danjen Kopassus Mayjen TNI Muhammad Herindra (kanan depan) seusai upacara penyematan brevet komando di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta, 25 September 2015. ANTARA/M Agung Rajasa

    KSAD Jenderal TNI Mulyono (kiri depan) berjabat tangan dengan Danjen Kopassus Mayjen TNI Muhammad Herindra (kanan depan) seusai upacara penyematan brevet komando di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta, 25 September 2015. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono mengatakan sampai hari ini masih ada prajurit TNI Angkatan Darat yang mencemarkan nama kesatuan di Angkatan Darat. "Bahkan merusak citra TNI Angkatan Darat melalui sikap dan perilaku yang arogan, mau menang sendiri, angkuh, dan sombong," ucap Mulyono di Markas Kopassus, Cijantung, Jumat, 25 September 2015.

    Menurut dia, oknum TNI tersebut menunjukkan sikap arogan sebagai tentara, bahkan melakukan perbuatan negatif hingga melanggar hukum.

    Menurut Mulyono, prajurit TNI mestinya tidak menimbulkan ketakutan dan kebencian di masyarakat. "(Ketakutan) akibat penyalahgunaan yang kita miliki untuk hal-hal yang negatif," kata pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah, 54 tahun silam ini. Dia meminta tentara meresapi "ilmu padi", semakin berisi, semakin merunduk.

    "Begitu pula kita sebagai prajurit. Semakin tinggi dan profesional kemampuan yang kita miliki, kita harus semakin rendah hati dan siap melakukan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara."

    Mulyono menerima penyematan Brevet Komando, Brevet Para Utama, dan Brevet Antiteroris dari Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayor Jenderal TNI Muhammad Herindra di Markas Kopassus, Cijantung, hari ini. Di hadapan para prajurit Kopassus, Mulyono berharap agar prajurit Kopassus tetap menjadi petarung hebat, berdisiplin tinggi, jago perang, jago tembak, dan jago bela diri. "Dan memiliki fisik yang prima."

    REZKI ALVIONITASARI

    Video Terkait:



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.