Lapas Pekanbaru Disesaki Napi Narkoba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggiring kedua tersangka menuju mobil tahanan usai memusnahkan barang bukti Ganja di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 4 Juni 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Petugas kepolisian Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggiring kedua tersangka menuju mobil tahanan usai memusnahkan barang bukti Ganja di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 4 Juni 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru, Dadi Mulyadi menyebutkan Lapas Pekanbaru saat ini disesaki narapidana kasus Narkoba. Hampir 70 persen dari jumlah keseluruhan tahanan 1.525 berasal dari napi narkoba. akibatnya Lapas Pekanbaru penuh sesak melebihi daya tampung.

    "Jumlah napi saat ini tidak sesuai dengan kapasitas semestinya," kata Dadi, kepada Tempo, Kamis, 24 September 2015.

    Menurut Dadi, hingga awal januari 2015 jumlah tanahan narkoba mencapai 1.200 orang, jauh lebih banyak ketimbang kasus lainnya. Kapasitas Lapas Pekanbaru yang seharusnya menampung 515 orang kini dipaksa menampung 1.525 orang. Sangat dikhawatirkan terjadi pergesekan sesama napi yang berujung kerusuhan.

    Dadi menambahkan, seharusnya antara tahanan kasus narkoba dan tahanan kasus lainnya terpisah. Begitu juga tahanan narkoba antara pengedar dan pemakai juga harus dipisahkan satu sama lain agar tidak saling mempengaruhi. "Kasus narkoba harus memiliki tahanan sendiri," katanya.

    Selain itu, Pekanbaru juga tidak memiliki lapas khusus wanita. Akibatnya tahanan wanita terpaksa harus bergabung dengan lapas anak sehingga terjadi over kapasitas. Tahanan anak berjumlah 75 orang, sedangkan tahanan wanita mencapai 200 orang. "Sangat tidak memadai," katanya.

    Untuk mengurangi resiko pergesekan antara sesama napi lantaran lapas yang penuh sesak, pihaknya hanya bisa meningkatkan pembinaan pendekatan keagamaan kepada seluruh napi, mengadakan pesantren kilat dan melaksanakan kegiatan motivasi spiritual setiap pekannya.

    Dadi mengaku, pihaknya telah mengusulkan kepada pemerintah daerah agar menambah kapasitas dan membangun satu lapas khusus narkoba dan lapas anak. Pembangunan pusat rehabilitasi narkoba semula telah direncanakan di atas lahan 20 hektare di Rumbai, Pekanbaru. Namun hingga kini pembangunan tersebut belum terealisasi.

    "Pemerintah semula telah siap untuk membantu, namun hingga kini belum ada realisasi," katanya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.