Kabut Asap, Presiden Jokowi Rapat di Tengah Hutan Terbakar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau lokasi bekas kebakaran lahan di desa Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 23 September 2015. Jokowi melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Kalimantan Selatan. ANTARA/Herry Murdy Hermawan

    Presiden Joko Widodo meninjau lokasi bekas kebakaran lahan di desa Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 23 September 2015. Jokowi melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Kalimantan Selatan. ANTARA/Herry Murdy Hermawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengadakan rapat di tengah hutan yang sebagiannya terbakar untuk membahas pembuatan kanal mengatasi bencana kabut asap.

    "Tadi kami sudah rapatkan di dalam hutan, karena di provinsi gubernur tidak bisa, di kabupaten anggaran nggak bisa. Saya perintahkan BNPB dan Menhut untuk buat kanal secepatnya," kata Presiden Jokowi di kawasan hutan Desa Sakakajang, Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis 24 September 2015.

    Di tengah prajurit TNI dan Polri yang sedang memadamkan api, Presiden Jokowi mengajak Menko Polkam Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Ketua BNPB Willem Rampangilei, Pejabat Gubernur Kalteng Hadi Prabowo dan Bupati Pulang Pisang Edy Pratowo.

    Presiden Jokowi mengungkapkan hasil rapat akan segera membuat kanal untuk mengatasi kebakaran hutan gambut seluas 1.900 hektare di Kabupaten Pulang Pisang. "Kalau sudah pekat begini harus dilakukan langkah konkret," kata Presiden Jokowi.

    Baca:
    Ahok Kaget: Anggaran Rotterdam Rp 3,5 T, Jakarta Rp 12,1 T
    TRAGEDI MINA: Menteri Lukman Cek Korban WNI ke Rumah Sakit

    Jokowi mengungkapkan bahwa lahan gambut mudah terbakar sehingga perlu dibuatkan kanal untuk mengatasi. "Contoh saya masuk tadi, diam baru 5 menit aja langsung ada api, jadi dari bawah api keluar. Kuncinya ada di kanal," katanya.

    Makin memburuknya kabut asap di Kalimantan Tengah membuat Jokowi menunda kunjungan kerja ke Gunung Sinabung, Karo, Sumatera Utara, yang sejatinya dilakukan Kamis, 24 September 2015. Kondisi asap yang memburuk di Kalimantan Tengah membuat Presiden langsung menuju provinsi tersebut dari Banjarmasin untuk melakukan peninjauan.

    Setelah salat Idul Adha, Presiden bersama rombongan akan meninjau kebakaran lahan yang terjadi di Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, yang berjarak 130 kilometer melalui jalur darat.

    Tim Komunikasi Presiden Sukardi Rinakit mengatakan meski batal mengunjungi Sinabung, Presiden tetap memerintahkan Pangdam Bukit Barisan dan Ketua Satuan Tugas Percepatan Relokasi Korban Terdampak Bencana Erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, untuk memastikan relokasi berjalan lancar. "Presiden sendiri tetap akan mengunjungi pengungsi Sinabung pada kesempatan berikutnya, mengingat penanganan kawasan Sinabung ditargetkan dapat tuntas pada akhir tahun 2015," ujar Sukardi.

    ANANDA TERESIA | ANTARA

    Simak juga:
    TRAGEDI MINA: Iran Salahkan Penutupan Jalan Dekat Lokasi
    Pemuda Ini Rayu Kambing Kurban Idul Adha:Ayo Mbing, Masuk...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.