Yuddy Serahkan Sapi Idul Adha Sumbangan Jokowi ke Istiqlal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan masjid memperlihatkan sapi pemberian presiden Joko Widodo untuk disembelih usai sholat Idul Adha di halaman masjid Agung Surakarta, Jawa Tengah, 23 September 2015. Bram Selo Agung/Tempo

    Karyawan masjid memperlihatkan sapi pemberian presiden Joko Widodo untuk disembelih usai sholat Idul Adha di halaman masjid Agung Surakarta, Jawa Tengah, 23 September 2015. Bram Selo Agung/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Yuddy Chrisnandi secara simbolis menyerahkan sapi sumbangan Presiden Joko Widodo ke Masjid Raya Istiqlal, Jakarta Pusat. Sapi peranakan ongole itu diserahkan kepada Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal, Jakarta, Mubarok.

    "Saya mewakili Presiden yang sedang ada tugas negara menyerahkan sapi kepada Masjid Istiqlal," kata Yuddy, di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis, 24 September 2015. "Ini merupakan sapi dari Presiden dari sekian ekor yang diserahkan di beberapa provinsi."

    Sedangkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyerahkan sapi sumbangan Wakil Presiden Jusuf Kalla secara simbolis ke Masjid Istiqlal. Sapi dengan jenis yang sama. Hanya berbeda seratus kilogram dari sapi sumbangan Jokowi. Bobot sapi Kalla seberat 1,2 ton. Milik Jokowi 1,3 ton.

    Dalam penyerahan itu, hadir di antaranya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil serta Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam.

    Meski Presiden Joko Widodo merayakan Idul Adha di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tapi dia tetap memberikan kurban itu kepada mustahik atau orang yang berhak menerima daging hewan kurban di Jakarta. Begitu juga dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kalla saat ini berada di New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.