Pelayat Adnan Buyung Nasution Mengalir Sampai Malam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga dan kerabat dekat berkumpul mendoakan jenazah Adnan Buyung Nasution di rumah duka, di Poncol Lestari, Lebak Bulus, Jakarta, 23 September 2015. Kondisi kesehatan Adnan mulai menurun sejak Desember tahun lalu. Dia menderita gagal ginjal lantaran sering mengkonsumsi obat darah tinggi dan hemodialisis. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Keluarga dan kerabat dekat berkumpul mendoakan jenazah Adnan Buyung Nasution di rumah duka, di Poncol Lestari, Lebak Bulus, Jakarta, 23 September 2015. Kondisi kesehatan Adnan mulai menurun sejak Desember tahun lalu. Dia menderita gagal ginjal lantaran sering mengkonsumsi obat darah tinggi dan hemodialisis. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Sejumlah tokoh dan praktisi hukum masih ramai berdatangan ke kediaman almarhum Adnan Buyung Nasution di Jalan Poncol Lestari, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

    Hingga Kamis dinihari 24 September 2015 pukul 00:00 WIB suasana rumah Adnan Buyung masih ramai dikunjungi oleh para pegiat hukum seperti Todung Mulya Lubis, Hotma Sitompul, Hendardi, Refly Harun, Saldi Isra.

    Tampak juga politisi seperti Eros Djarot, Sys NS, termasuk Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso. Terlihat juga aktivis Malari, Hariman Siregar, mantan Deputi Gubernur BI Miranda Swaray Goeltom dan mantan Ketua BPK Hadi Purnomo.

    Aktivis HAM, Hendardi mengatakan almarhum Adnan Buyung Nasution adalah sosok yang memberi warna tersendiri dalam dunia hukum di Tanah Air. "Bang Buyung, orang yang gigih dan memiliki semangat tinggi dalam memperjuangkan HAM, menegaskan keadilan serta mengedepankan demokrasi," katanya.

    "Bukan hanya saya yang kehilangan Bang Buyung, tetapi bangsa Indonesia juga kehilangan beliau," ujar Hendardi .


    Menurutnya, banyak hal yang menjadi semacam "legacy" atau menjadi warisan dari Adnan Buyung Nasution.

    "Mulai dari mendirikan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBHI), mendirikan Peradin (Persatuan Advokat Indonesia), hingga membimbing para sarjana hukum untuk turut menjadi pejuang keadilan," ujarnya.

    Sementara itu, Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengatakan almarhum Adnan Buyung Nasution merupakan sosok yang selalu antusias dan berkomitmen tinggi dalam membela siapa pun yang minta dibela.

    "Abang Buyung, memiliki pribadi yang luar biasa. Langkahnya terkadang dinilai kontroversial terutama karena sesekali berseberangan dengan pegiat hukum. Tapi itu karena memang orangnya heroik dan selalu semangat," ujar Refly.

    Adnan Buyung Nasution, meninggal dunia hari Rabu 23 September 2015 pada usia 81 tahun di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, karena menderita gagal ginjal.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.