Kabut Asap Berkurang, Kualitas Udara Riau dan Jambi Membaik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Landasan pacu tidak beroperasi akibat diselimuti kabut asap di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Pemerintah Riau akhirnya meningkatkan status darurat asap menyusul kian pekatnya kabut asap mengepung daerah itu. ANTARA/Rony Muharrman

    Landasan pacu tidak beroperasi akibat diselimuti kabut asap di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Pemerintah Riau akhirnya meningkatkan status darurat asap menyusul kian pekatnya kabut asap mengepung daerah itu. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kualitas udara di Riau dan Jambi berangsur membaik setelah diselimuti asap sisa kebakaran hutan dan lahan hampir sebulan lamanya.

    "Operasi darurat asap akibat kebakaran hutan menunjukkan hasil yang cukup membaik," Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Rabu, 23 September 2015.

    Menurut Sutopo, jarak pandang di beberapa wilayah kini membaik. Jarak pandang di Pekanbaru kini sudah 7 kilometer, Rengat 6 kilometer, Dumai 5 kilometer, dan Pelalawan 2,5 kilometer. "Sebelumnya hanya 100-500 meter," katanya.

    Sedangkan kualitas udara di beberapa wilayah lain sudah berada pada level baik hingga sedang, setelah sepekan lalu dinyatakan berbahaya seperti Rumbai 67 Psi, Minas 70 Psi, Duri Camp 51 Psi, Dumai 55 Psi, Bangko 52 Psi, Libo 40 Psi, dan Petapahan 52 Psi

    "Luas lahan terbakar yang telah padam seluas 4.782 hektare. Satgas darat hari ini berhasil memadamkan 340 titik api," katanya.

    Sedangkan di Jambi titik panas kian menurun. Saat ini tersisa 12 titik yang tersebar di Muaro Jambi 8 titik, Tebo 2 titik, dan Batanghari 1 titik.

    Menurutnya, jarak pandang terendah 300 meter pada pukul 06.00. Tertinggi 5.000 meter pukul 19.00. Sementara ISPU masih berada pada level tidak sehat atau 141 Psi.

    Petugas berhasil memadamkan lahan terbakar seluas 7.221 hektare dan lahan berasap 269 hektare. "Hujan berpotensi terjadi hampir merata di wilayah Jambi," ujarnya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.