Kepala Lembaga Administrasi Negara Diganti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta uji kompetensi lelang jabatan lurah dan camat mengikuti ujian di Gedung Lembaga Adminstrasi Negara (LAN), Makassar, 8 Oktober 2014.  TEMPO/Fahmi Ali

    Peserta uji kompetensi lelang jabatan lurah dan camat mengikuti ujian di Gedung Lembaga Adminstrasi Negara (LAN), Makassar, 8 Oktober 2014. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Adi Suryanto dilantik menjadi Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) menggantikan Prof Dr Agus Dwiyanto yang telah habis masa tugasnya.

    Adi yang sebelumnya Sekretaris Utama LAN dilantik Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi di gedung LAN, Jakarta, Rabu, 23 September 2015.

    Adi meraih gelar doktor bidang politik dari Universitas Indonesia pada 2008 dan master bidang administrasi dan kebijakan publik dari universitas yang sama pada 2000. Ia adalah sarjana ilmu pemerintahan dari Universitas Diponegoro pada 1993.

    Pemilihan Kepala LAN ini dilakukan melalui lelang jabatan secara terbuka sehingga memungkinkan calon dari luar lembaga tersebut mengajukan diri.

    LAN merupakan salah satu lembaga pemerintah non-kementerian yang berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 57/2013 mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang administrasi negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Tugas LAN antara lain menyelenggarakan fungsi melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional tertentu di bidang administrasi negara serta melakukan pembinaan, penjaminan mutu, dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya aparatur negara.

    Yuddy mengatakan walau pemilihan ketua LAN dilakukan secara terbuka tapi ia memprioritaskan sumber daya manusia dari instansi bersangkutan yang mengisi jabatan itu. Kecuali, katanya, jika calon dari luar itu memang mempunyai kemampuan yang luar biasa dan benar-benar dibutuhkan lembaga tersebut baru bisa diterima. "Jika nilainya sama atau tidak jauh maka lebih baik dari dalam," katanya.

    Pada kesempatan itu, Yuddy juga meminta LAN memberikan masukan mengenai penerimaan pegawai negeri sipil. Yuddy mengatakan bahwa pemerintah dengan DPR telah sepakat untuk mempertimbangkan menerima tenaga honorer kategori dua menjadi pegawai negeri sipil (PNS) secara bertahap yang jumlahnya mencapai 400 ribu lebih.

    Yuddy meminta agar LAN memberikan masukan agar kualitas PNS baru tersebut dapat ditingkatkan.

    Menjawab hal tersebut Adi menyanggupi itu. Ia mengatakan akan ada pelatihan khusus yang akan digunakan untuk mengembangkan kualitas PNS dari tenaga honorer tersebut. Namun, katanya, mereka umumnya sudah bekerja lama bahkan puluhan tahun sehingga tentu telah mempunyai pengalaman kerja yang baik.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.