Jokowi Batal Blusukan Asap di Riau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang dipenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan, di Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Akibat kabut asap jarak pandang di Pekanbaru tidak lebih dari 100 meter pada pagi hari. ANTARA/Rony Muharrman

    Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang dipenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan, di Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Akibat kabut asap jarak pandang di Pekanbaru tidak lebih dari 100 meter pada pagi hari. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Presiden Joko Widodo membatalkan jadwal blusukan asap di Riau. Jokowi, didampingi Ibu Negara Iriana dan rombongan, mengalihkan kunjungan ke Jambi untuk memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan. "Kunjungan ke Riau batal. Presiden akan ke Jambi," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Provinsi Riau Darusman, Rabu, 23 September 2015.

    Semula Jokowi dan rombongan dijadwalkan blusukan ke Riau pada Kamis besok. Jokowi dan rombongan berada di Riau selama dua hari hingga Jumat mendatang dalam rangka meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan. Namun belakangan jadwal ini dibatalkan.

    Darusman mengatakan penyebab pembatalan itu terkait dengan padatnya jadwal kunjungan kerja Presiden ke daerah lain, seperti Kalimantan Selatan dan Sumatera Utara. Jokowi dikabarkan mengalihkan kunjungannya ke Jambi dengan alasan daerah tersebut belum pernah didatangi. Di sana, Jokowi bakal melakukan pemantauan penanganan kebakaran hutan dan lahan. "Di Jambi, Presiden juga memantau kebakaran lahan," ucapnya.

    Selama hampir sebulan, Riau dilanda bencana asap sisa kebakaran hutan dan lahan. Aktivitas warga terganggu. Bandara Sultan Syarif Kasim II lumpuh. Sekolah diliburkan. Dan ribuan warga terserang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Pemerintah Provinsi Riau akhirnya menetapkan status darurat asap pada Senin, 14 September 2015, lantaran kualitas udara memburuk. Indeks standar pencemaran udara wilayah tersebut berada di atas 300 Psi atau berbahaya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.