Idul Adha, Jagal di Masjid Kauman Yogya Terkapar Diamuk Sapi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang jagal asal Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Sutrisno, dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah setelah disepak sapi yang hendak disembelih dalam perayaan Idul Adha di Masjid Gedhe Kauman, Rabu, 23 September 2015.

    Sutrisno menderita luka di pelipisnya setelah sapi besar berwarna cokelat menyepaknya. Sapi urutan pertama yang hendak disembelih itu mengamuk meskipun sepuluh jagal telah merubuhkannya ke tanah dan mengikatnya.

    "Dia (Sutrisno) kebetulan yang memegang di bagian belakang, terus ketendang kepalanya meskipun kaki sapi sudah diikat," ujar Mulyono, koordinator tim jagal yang disewa Masjid Gedhe Kauman, saat ditemui di sela penyembelihan.

    Pantauan Tempo, Sutrisno sempat terhuyung, tapi tetap sadar. Pakaian pria paruh baya itu pun penuh noda darah segar dari luka sobek di pelipis kanannya sebelum sapi sempat disembelih.

    Oleh panitia, kegiatan sempat dihentikan sesaat untuk memberikan pertolongan kepada jagal malang itu hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit. Aktivitas penyembelihan kemudian dilanjutkan dengan sembilan jagal saja.

    Panitia Kurban Masjid Gedhe Kauman yang juga Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kauman, M. Fursan, menuturkan kejadian itu di luar dugaan. "Semua biaya perawatan ditanggung panitia," ujar Fursan.

    Dalam perayaan Idul Adha di Masjid Gedhe Kauman ini, Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Siti Hediati Hariyadi atau Titik Soeharto, turut menyumbang hewan kurban sapi.

    Adapun untuk pemotongan daging-daging kurban, panitia mendatangkan alat pemotong mesin. Total hewan kurban di Masjid Kauman sebanyak sebelas sapi dan 23 kambing.

    PRIBADI WICAKSONO

    Baca Juga:
    Vicky Shu Blusukan ke Gedung Putih: Mencari Pakde Obama
    Foto Keluyuran Gayus Mencuat, Rumah Istri Gayus Tambunan...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.