Waduk Jatigede Dibangun, Stok Air Indramayu Tinggal 5 Hari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara penggenangan tahap awal Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, 31 Agustus 2015. Waduk ini akan menenggelamkan lahan di lima kecamatan Kabupaten Sumedang. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Foto udara penggenangan tahap awal Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, 31 Agustus 2015. Waduk ini akan menenggelamkan lahan di lima kecamatan Kabupaten Sumedang. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COIndramayu - Pasokan air bersih untuk PDAM Kabupaten Indramayu tinggal 5 hari lagi. Masyarakat Indramayu pun terancam hadapi krisis air bersih. “Persediaan air hanya untuk kira-kira lima hari ke depan,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu, Tatang Sutardi, Selasa 22 September 2015.

    Seperti diketahui, selama ini air baku untuk PDAM Kabupaten Indramayu mengandalkan sepenuhnya pasokan air dari Sungai Cimanuk. Air sungai itu kemudian masuk ke instalasi pengolahan air milik PDAM Indramayu untuk diolah menjadi air yang layak untuk dikonsumsi dan kemudian disalurkan ke pelanggan-pelanggan PDAM Indramayu.

    Namun sejak aliran Sungai Cimanuk ditutup untuk penggenangan Waduk Jatigede pada 1 September lalu, air baku PDAM Indramayu pun semakin kritis. Harapan satu-satunya untuk mendapatkan pasokan air baku dalam jumlah besar saat ini menurut Tatang hanya saat dilakukan pengeringan Bendung Rentang di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

    Saat pengeringan air yang ada di bendung tersebut akan digelontorkan seluruhnya ke daerah hilir dan Tatang pun berharap bisa digunakan untuk pasokan air baku PDAM Indramayu. Rencananya pengeringan Bendung Rentang akan dilakukan pada 1 Oktober 2015 mendatang.

    “Kami pun terus berkoordinasi dengan BBWS Cimanuk Cisanggarung maupun pengelola Bendung Rentang untuk mengatasi masalah ini,” kata Tatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.