Politikus PDIP Lapor KPK Soal Dugaan Gratifikasi RJ Lino ke Rini Soemarno  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Transisi Jokowi, Rini Soemarno dan Hasto Kristianto usai pertemuan dengan para menteri koordinator di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, 10 September 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Tim Transisi Jokowi, Rini Soemarno dan Hasto Kristianto usai pertemuan dengan para menteri koordinator di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, 10 September 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Masinton Pasaribu, melaporkan dugaan gratifikasi dari Direktur Utama Pelindo II RJ Lino kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno. Masinton mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi dengan membawa surat yang menunjukkan pemberian perabot rumah untuk Rini.

    "Dalam surat nota dinas ini disebut Dirut Pelindo mengarahkan pengeluaran untuk keperluan pengadaan rumah dinas Menteri BUMN," kata Masinton di gedung KPK, Selasa, 22 September 2015.

    Nota dinas itu bertanggal 16 Maret 2015. Dalam surat yang ditandatangani Asisten Manajer Umum Dawud itu, tercantum permohonan dana kepada Direktur Umum dan Keuangan Pelindo agar menyediakan dana pembelian perabot rumah dengan total Rp 200 juta untuk Rini Soemarno.

    Masinton menyatakan belum tahu maksud di balik gratifikasi itu. "Saya ke sini untuk memberi informasi pada KPK sekaligus meminta klarifikasi agar ditindaklanjuti KPK," ucapnya. Dia juga menyebut gratifikasi ini masih paket hemat. "Nanti ada paket jumbonya."

    RJ Lino sedang menjadi sorotan terkait dengan dugaan korupsi di Pelindo II. Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI akhir Agustus lalu menggeledah kantor Pelindo II di Tanjung Priok untuk mencari bukti penyelewengan pengadaan crane.

    Selain itu, Lino dikritik karena memperpanjang konsesi Jakarta International Container Terminal kepada perusahaan asal Hong Kong, Hutchison Port. Serikat Pekerja JICT melaporkan, ada pelanggaran dalam perpanjangan konsesi itu karena tak sesuai dengan Undang-Undang Pelayaran.

    Perabotan yang dibeli untuk Rini Soemarno sebagai berikut:
    - 1 kursi sofa tiga dudukan senilai Rp 35 juta
    - 2 kursi sofa satu dudukan senilai Rp 25 juta
    - 1 meja sofa senilai Rp 10 juta
    - 6 kursi makan senilai masing-masing Rp 3,5 juta
    - 1 meja makan senilai Rp 25 juta
    - 1 set perlengkapan ruang kerja senilai Rp 59 juta
    Total: Rp 200 juta

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.