Culik Siswa SMP, Remaja Ini Jual Sepeda Motor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • inforum.com

    inforum.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Indra, 23 tahun, buruh pabrik karton di Gresik, Jawa Timur, yang membawa kabur VN, 14 tahun, siswi kelas IX sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, menjual sepeda motornya untuk biaya perjalanan ke rumah orang tuanya di Lampung.

    "Untuk biaya ongkos pulang ke Lampung, tersangka menjual sepeda motor merek Shogun miliknya Rp 1,5 juta," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Sidoarjo Ajun Komisaris Ayub Diponegoro Azhar, Selasa, 22 September 2015.

    Tersangka membawa kabur korban ke Lampung lewat jalur darat menggunakan bus dari Terminal Purabaya, Surabaya. "Tersangka mengajak korban ke Terminal Parubaya, Surabaya, pada 16 Agustus 2015 setelah korban pulang sekolah," ujar Ayub.

    Kepada wartawan saat dilakukan rilis di Markas Kepolisian Resor Sidoarjo kemarin, tersangka mengaku berniat membawa korban ke rumah orang tuanya di Lampung untuk dinikahi. "Saya memang mau menikahinya, makanya saya mengajak dia pulang ke Lampung,” ucap Indra.

    Polisi menangkap Indra di Lampung pada 20 September 2015 setelah mendapatkan laporan dari orang tua korban, yang juga seorang polisi, lima hari sebelumnya. Keberadaan tersangka dan korban diketahui setelah polisi memeriksa dua saksi teman sekolah korban.

    Dari keterangan keduanya itu, diketahui korban sering berhubungan lewat Facebook dengan tersangka. Dari situ, polisi bisa melacak. Korban ditangkap di rumah orang tuanya. Sehari setelah penangkapan, tersangka dibawa ke Polres Sidoarjo.

    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 dan 332 KUHP lantaran membawa kabur anak di bawah umur dengan ancaman 5-15 tahun penjara.

    NUR HADI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.