Emil Senang Konferensi Pemuda Asia-Amerika Latin di Bandung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil, Walikota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    Ridwan Kamil, Walikota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung: Sebanyak 400 pemuda yang tergabung dalam Forum for East Asia-Latin America Cooperation (FEALAC) berkumpul pada acara Indonesia FEALAC Youth Conference (IFYC) di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin, 21 September 2015.

    Konferensi pemuda itu diikuti oleh 100 peserta IFYC 2015 yang berasal dari 30 negara anggota FEALAC. Sementara sisanya, merupakan perwakilan pemuda dari seantero negeri.

    Adapun pencapaian yang dihasilkan dalam kongres itu, yakni pembacaan deklarasi yang berisi komitmen dan harapan para pemuda guna meningkatkan peran mereka dalam kerja sama antar kawasan Asia Timur dan Amerika Latin.

    Di antara poin yang terkandung dalam deklarasi itu, yakni penguatan kerja sama antar pemuda dalam bidang lingkungan hidup, kewirausahaan, pembangunan sosial dan pemberdayaan kaum muda.

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang menjadi pembicara dalam acara itu, mengatakan cukup senang karena Bandung lagi-lagi dipilih menjadi tuan rumah konferensi luar biasa itu.

    "Ya hari ini kita membuka konfrensi luar biasa, konferensi pemuda Asia dan Amerika Latin. Saya senang diselenggarakan di Bandung karena memang diharapkan Bandung menjadi motor penggerak perubahan di dunia dengan diplomasi internasionalnya," kata Ridwan kepada wartawan usai acara itu.

    Menurut Emil -panggilan Ridwan, konferensi itu cukup sejalan dengan konsep yang disokong Pemerintah Kota Bandung terkait masalah kepemudaan, di antaranya masalah kreativitas dan inovasi muda-mudi Bandung.

    "Pemuda Bandung didesain untuk kolaborasi mengadakan kegiatan. Jadi jangan ngaku anak pemuda Bandung kalau tidak ikut organisasi, tidak aktif berkelompok tidak bisa berdiri sendiri," ujarnya.

    Bahkan, Emil mengklaim jumlah komunitas di Kota Bandung berjumlah sekitar 5.000 komunitas. Hal itu, kata dia, mengindikasikan kalau warga Bandung senang berhimpun.

    "Jadi kita berharap pemuda Bandung ini cerdas, berkompeten. Dia juga kreatif bisa melahirkan gagasan, dia juga peduli karena problem Indonesia masih banyak lah. Harapannya lahir pemuda seperti itu," katanya.

    AMINUDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.