Pria Bali Paling Banyak Ikut Vasektomi, Lainnya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Operasi vasektomi tanpa pisau atau Kontrasepsi Mantap Pria dengan melakukan operasi kecil menutup saluran benih kiri dan kanan pada pria, di dalam kendaraan operasi keliling Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB). TEMPO/ Arif Fadillah

    Operasi vasektomi tanpa pisau atau Kontrasepsi Mantap Pria dengan melakukan operasi kecil menutup saluran benih kiri dan kanan pada pria, di dalam kendaraan operasi keliling Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB). TEMPO/ Arif Fadillah

    TEMPO.CO, Banjarmasin: Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sanjoyo, mengatakan kepesertaan program KB untuk pria dewasa, vasektomi, melonjak saban tahunnya.

    Menurut dia, peserta vasektomi secara nasional selalu naik 4-5 persen dari 30 juta pasangan usia subur. "Total dari pasangan usia subur, harapan kita memang 4 persen ikut vasektomi. Yang paling banyak pesertanya Bali, kemudian Yogyakarta dan Jawa Timur," ujarnya usai menghadiri Hari Keluarga Nasional ke-22 di Banjarmasin, Senin, 21 September 2015.

    Ia mengatakan, antusiasme pria ikut vasektomi cukup efektif menekan angka kelahiran bayi di Indonesia. Sebab, peserta vasektomi tidak bisa lagi membuahi indung telur. Lewat vasektomi, kata dia, kaum pria turut berkontribusi dalam hal kesetaraan gender untuk menekan angka kelahiran.

    "Tidak hanya wanita saja yang pakai alat kontrasepsi. Kami terus dekati tokoh-tokoh masyarakat," kata dia tanpa menyebutkan angka detail jumlah kepesertaan vasektomi secara nasional.

    Adapun untuk setingkat Kalimantan Selatan, peserta vasektomi di tahun 2014 sebanyak 360 pria. Pada tahun ini, kata Sanjoyo, Kalimantan Selatan menargetkan kenaikan peserta vasektomi hingga 400 pria. Di Kalimantan Selatan, peserta vasektomi banyak tersebar di kabupaten Hulu Sungai Utara, Barito Kuala dan Kota Banjarmasin.

    "Angka Kelahiran Total (TFR) 2,3 per anak. Jadi semasa hidupnya wanita usia 15-49 tahun ini punya 2,3 anak, rata-rata punya dua anak. Saya lihat baik, karena target nasional 2,1, hampir mendekati," ujar Sanjoyo.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Selatan, Ngadimun, mengatakan pihaknya telah menginternalisasi pengetahuan KB sejak usia sekolah, namun tidak masuk kurikulum pendidikan. "Yang paling relevan untuk KB melalui pembelajaran IPS karena ada kependudukan," kata Ngadimun.

    Selain itu, ia yakin cara ini jitu untuk mereduksi angka pernikahan dini. Ia berharap semakin banyak anak-anak sekolah yang kian paham soal pernikahan dan pentingnya keluarga kecil.

    DIANANTA P. SUMEDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.