Isteri Napi Terorisme Nyelonong ke Lapas, Nginap Semalam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. inphotos.org

    Ilustrasi. inphotos.org

    TEMPO.CO, Surabaya- Kepala Kantor Wilayah Jawa Timur Kementerian Hukum dan HAM, Budi Sulaksana, mengakui adanya kelalaian dari petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas 1 Surabaya dalam kasus penyusupan isteri narapidana terorisme. Budi mengatakan telah melakukan rekontruksi dan memeriksa Kepala Lapas, petugas penjaga, serta narapidana yang bersangkutan.

    "Tidak ada unsur suap. Hanya petugas penjaganya memang sudah tua, dan dia mengaku lengah,” kata Budi ketika ditemui di kantornya, Senin 21 September 2015.

    Secara kronologis, Budi menceritakan, pada Rabu 9 September 2015, Abdullah Ummaty--si narapidana terorisme--dijenguk dua isterinya. Satu isterinya yang membawa anak pulang setelah selesai jam membesuk.

    Pada saat bersamaan ketika petugas sedang memasukkan Narapidana Pindahan ke dalam Lapas, Abdullah dan isterinya (diinisialkan sebagai MN) meminta izin ke toilet di dalam lapas. Keduanya lalu menggunakan kesempatan itu untuk secara diam-diam masuk ke dalam ruang tahanan.

    “Jarak antara toilet dan ruang tahanan berkisar 20 meter,” kata Budi sambil menambahkan di dalam tahanan terdapat blok yang tertutup rapat.

    Simak juga:
    Sherina Dipalak Geng Motor di Bandung,Ridwan Kamil Bilang...|
    Penantang Ahok di Pilkada, Ini yang Bakal Jadi Lawan Berat

    Petugas diduga tidak mengetahui bahwa isteri Abdullah bersembunyi di balik lemari. Dia bahkan sempat menginap karena petugas baru mendapatinya saat hendak memindahkan Abdullah ke penjara lain pada Jumat dini hari 18 September 2015. Terdengar teriakan perempuan begitu petugas mengunci ruang sel. "Kejadian ini murni kelalaian petugas," kata Budi.

    Berdasarkan keterangan yang didapat Tempo sebelumnya, MN telah lebih dari satu kali menyusup dan menginap dalam sel suaminya itu. Selain MN, kepolisian setempat mengatakan ada buku, gambar dan bendera organisasi ISIS yang ditemukan dalam sel Abdullah. Namun Budi menyatakan belum mengetahui pasti kebenarannya. “Katanya ada, tapi kami masih menyelidiki juga,” katanya.

    Abdullah kini telah menempati sel barunya di Lapas Madiun. Dia dan tiga sesama narapidana terorisme dipindahkan dan saling dipisahkan karena dianggap masih menyebarkan paham radikal. Proses pemindahan empat napi tersebut dilakukan sekitar pukul 02.00. Mereka diangkut menggunakan 1 mobil barakuda, 2 mobil wolf tou, dan 1 mobil APC dari Unit Brimob Gegana Polda Jawa Timur.

    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.