Jokowi Sebut Kepala Daerah Harus Punya Ideologi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengambil gambar presiden Jokowi bersama Ibu Iriana Joko Widodo dalam Karnaval Khatulistiwa, di Pontianak, 22 Agustus 2015. TEMPO/Subekti.

    Warga mengambil gambar presiden Jokowi bersama Ibu Iriana Joko Widodo dalam Karnaval Khatulistiwa, di Pontianak, 22 Agustus 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengingatkan semua kepala daerah, baik di tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi, agar selalu memiliki ideologi dalam menjalankan tugasnya. Hal ini disampaikan Jokowi dalam pidatonya pada pembukaan rapat konsolidasi pemenangan Partai NasDem di Jakarta Convention Center, Senin, 21 September 2015.

    "Saya ingin menyampaikan bahwa seorang pemimpin, baik di kota, kabupaten, provinsi, maupun nasional, harus punya ideologi. Tanpa itu, kita tidak akan punya arah, panduan," kata Jokowi.

    Jokowi berujar, ideologi memang sama, yaitu Pancasila. Tapi penerapan oleh tiap partai, ucap dia, bisa berbeda-beda. "Ada yang lewat gerakan perubahan, restorasi, atau lewat cara-cara lain," tuturnya.

    Sebagai presiden, Jokowi menekankan bahwa ia berpegang pada tiga ideologi, yaitu berdaulat, berdikari, dan berkepribadian.

    Adapun acara itu juga dihadiri Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh; Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono; sejumlah menteri Kabinet Kerja, dan duta besar negara sahabat.

    ANANDA TERESIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.