Soal Pemeriksaan Ibas, Johan Budi: KPK Tak Takut SBY  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Pelaksana Kongres Partai Demokrat memberikan sambutan dalam pembukaan Kongres Demokrat di Surabaya, 12 Mei 2015.  TEMPO/Nurdiansah

    Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Pelaksana Kongres Partai Demokrat memberikan sambutan dalam pembukaan Kongres Demokrat di Surabaya, 12 Mei 2015. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COBlitar - Pelaksana tugas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi mengatakan KPK tidak takut pada bekas presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Pernyataan itu disampaikan Johan terkait dengan belum diperiksanya Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro dalam kasus korupsi proyek Hambalang.

    Johan ditemui wartawan di Blitar, Jawa Timur, pada Senin, 21 September 2015. Johan baru saja tampil sebagai pembicara dalam diskusi publik “Pemberantasan Korupsi Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah (IP4T)”.

    Johan menjelaskan alasan belum diperiksanya Edhie Baskoro atau Ibas dalam kasus korupsi tersebut. “Keterangan Edhie Baskoro memang tidak dibutuhkan,” ucapnya.

    Johan berujar, persidangan kasus yang menyeret para petinggi Partai Demokrat ke dalam penjara tidak hanya menyebut nama putra SBY tersebut. Selain itu, pemeriksaan yang dilakukan hakim harus melihat konteks kasusnya.

    Hingga saat ini, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi belum meminta jaksa KPK menghadirkan Ibas ke persidangan. Johan juga membantah keras tudingan sejumlah pihak yang menyebut KPK tak berani memeriksa Ibas lantaran takut terhadap SBY.

    Baca juga: 
    Terbongkar Rahasia Mengapa Messi Sering Gagal Eksekusi Penalti
    Habis Disebut Tolol oleh Menteri, Gayus Dikepung 40 CCTV dan…

    Menurut Johan, tidak ada alasan KPK takut pada Presiden RI keenam itu. “Saya tanya, apa yang membuat KPK segan pada SBY. Tidak pengaruh,” tuturnya dengan nada tinggi.

    Seperti diberitakan sebelumnya, kasus Hambalang kembali muncul setelah aktor senior Pong Harjatmo melakukan aksi unjuk rasa tunggal di gedung KPK beberapa waktu lalu.

    Pong mempertanyakan alasan belum diperiksanya Ibas dalam kasus itu. Sedangkan para petinggi Demokrat sudah mendekam di balik jeruji. Pong meyakini Ibas mengetahui dan terlibat dalam skandal itu dalam kapasitasnya sebagai Sekjen Partai Demokrat.

    Beberapa petinggi Demokrat yang mendekam di penjara antara lain bekas Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin, bekas Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, bekas Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, dan Sutan Bhatoegana.

    HARI TRI WASONO

    Artikel Menarik:
    Jurus Mabuk Rizal Ramli: Membantu atawa Merepotkan Jokowi
    Mahasiswa-Mahasiswi Ngeganja di Puncak Digrebek, Ada Kondom


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.