Ini Rincian Kenaikan Gaji dan Tunjangan DPR  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua DPR Setya Novanto (kanan) dan para menteri Kabinet Kerja sebelum dimulainya  rapat konsultasi bersama pimpinan DPR di Gedung Nusantara 4, Gedung DPR/MPR, Jakarta, 6 April 2015. Rapat ini juga membahas APBN perubahan dan Peraturan Presiden 39 Tahun 2015 tentang peningkatan tunjangan untuk uang muka pembelian kendaraan pejabat negara. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua DPR Setya Novanto (kanan) dan para menteri Kabinet Kerja sebelum dimulainya rapat konsultasi bersama pimpinan DPR di Gedung Nusantara 4, Gedung DPR/MPR, Jakarta, 6 April 2015. Rapat ini juga membahas APBN perubahan dan Peraturan Presiden 39 Tahun 2015 tentang peningkatan tunjangan untuk uang muka pembelian kendaraan pejabat negara. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Badan Urusan Rumah Tangga Dewan Perwakilan Rakyat, Irma Suryani, menyatakan kenaikan tunjangan anggota Dewan dibahas pada Maret 2015. Saat itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015 baru saja diketuk pada Februari sebelumnya.

    Pemerintah lalu membahas usul Dewan tersebut dengan menggunakan sejumlah pertimbangan. Hasilnya, per 9 Juli 2015, terbitlah Surat Menteri Keuangan Nomor S-520/MK.02/2015 yang berisi persetujuan prinsip tentang kenaikan indeks sejumlah tunjangan bagi anggota DPR.

    Dalam surat itu terlihat kenaikan tunjangan yang diusulkan DPR tak langsung dikabulkan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Secara rata-rata, terlihat ada selisih sekitar Rp 1,25-4,46 juta dari yang diusulkan untuk tiap item tunjangan dengan yang disetujui oleh pemerintah.

    Usul Kenaikan Tunjangan DPR     

    1.  Tunjangan Kehormatan
    •    Ketua Badan/Komisi        Rp 11,15 juta    Disetujui      Rp 6,69 juta    
    •    Wakil Ketua                    Rp 10,75 juta    Disetujui     Rp 6,46 juta                
    •    Anggota                         Rp 9,3 juta        Disetujui     Rp 5,58 juta                

    2.  Tunjangan Komunikasi Intensif
    •    Ketua Badan/Komisi        Rp 18,71 juta    Disetujui    Rp 16,47 juta    
    •    Wakil Ketua                    Rp 18,19 juta    Disetujui    Rp 16,01 juta            
    •    Anggota                         Rp 17,68 juta     Disetujui   Rp 15,55 juta            

    3.  Tunjangan Peningkatan Fungsi Pengawasan
    •    Ketua Badan/Komisi        Rp 7 juta       Disetujui      Rp 5,25 juta    
    •    Wakil Ketua                    Rp 6 juta      Disetujui     Rp 4,5 juta                
    •    Anggota                         Rp 5 juta       Disetujui      Rp 3,75 juta                

    4.  Bantuan Langganan Listrik dan Telepon
    •    Listrik                            Rp 5 juta      Disetujui        Rp 3,5 juta    
    •    Telepon                          Rp 6 juta     Disetujui        Rp 4,2 juta        

    Sumber: Surat Menteri Keuangan Nomor S-520/MK.02/2015, Indonesia Budget Centre, FITRA, diolah.

    TIM TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.