Persediaan Sapi Kurban di Sleman Berlimpah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sapi qurban. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Ilustrasi sapi qurban. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO , Sleman - Persediaan sapi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, menjelang Idul Adha 2015 berlimpah. Sapi yang siap dipotong sebanyak 9.500 ekor, sedangkan kebutuhan akan hewan kurban hanya 6.000 ekor. "Populasi sapi mencapai 50 ribu, yang siap potong ada 9.500 ekor," ujar Bupati Sleman Gatot Saptadi, Ahad, 20 September 2015.

    Berdasarkan pantuan Tempo, para penjual sapi menyerbu Pasar Ambarketawang, Gamping, Sleman. Rata-rata jumlah sapi yang dijual di pasar tradisional itu sebanyak 500 ekor. Selain di pasar ini, para pedagang banyak menjajakan sapinya di Pasar Ngemplak, Prambanan, dan di pinggir jalan.

    Untuk meminimalkan adanya hewan kurban yang berpenyakit, dinas peternakan mengawasi keluar-masuknya hewan. Para petugas biasanya dibantu sejumlah mahasiswa kedokteran hewan yang tengah menjalani masa magang untuk memeriksa kesehatan hewan dan kelayakannya.

    Gatot menambahkan, berdasarkan pantauannya, harga  hewan kurban menjelang Idul Adha mengalami kenaikan. Tapi kenaikan harga itu masih dalam taraf wajar. Harga sapi sebesar Rp 11,5-20 juta, tergantung jenis sapi dan berat badannya.

    "Kenaikan harga masih wajar karena memang banyak permintaan menjelang Idul Adha," kata mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

    Kepala  Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Widi Sutikno menambahkan, khusus menghadapi Idul Adha 2015, yang jatuh pada 24 September 2015, pihaknya melakukan pemantauan di 16 lokasi sentra penjualan hewan. Pemantauan itu terkait dengan kesehatan hewan yang akan dijadikan kurban.

    "Untuk memastikan bahwa hewan ternak, khususnya sapi dan domba, yang akan dijadikan hewan kurban adalah yang layak secara kesehatannya dan layak konsumsi," katanya.

    M SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.