Ini Alasan PDIP Harus Memenangi Pilkada di Setiap Daerah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana bergandengan tangan usai jumpa pers terkait pemilihan walikota di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, 26 Juli 2015. Diusung oleh Partai PDI Perjuangan, pasangan incumbent  Risma-Wisnu maju dalam Pilwali 2015 yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015. FULLY SYAFI

    Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana bergandengan tangan usai jumpa pers terkait pemilihan walikota di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, 26 Juli 2015. Diusung oleh Partai PDI Perjuangan, pasangan incumbent Risma-Wisnu maju dalam Pilwali 2015 yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Semarang - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan partainya memiliki kepentingan untuk memenangkan seluruh calon yang diusung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2015 di berbagai kabupaten/kota di Indonesia.

    Menurut Hasto, persoalan pilkada bukan masalah orang per orang tapi perjuangan kepartaian untuk membumikan jalan Trisakti. “Kami ingin menegaskan semakin banyak dimenangkan PDIP maka akan memperkuat konsolidasi pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla,” kata Hasto seusai mengikuti acara konsolidasi PDIP Jawa Tengah di Semarang, Ahad, 20 September 2015.

    Hasto menyatakan PDIP sebagai kekuatan utama pendukung Jokowi-Jusuf Kalla maka akan berusaha dengan cara yang terbaik untuk bisa memenangkan pilkada. Kemenangan itu, kata Hasto, akan dilakukan dengan cara gotong royong agar dapat memberikan kontribusi terbaik bagi Jokowi-JK.

    Hasto menyatakan dari ratusan pilkada di berbagai kabupaten/kota di Indonesia, PDIP sudah melakukan pemetaan. Lengkap dengan target kemenangan. Namun, Hasto tak mau membuka berapa kabupaten/kota yang ditarget bisa menang. “Soal target ini merupakan konsumsi internal,” kata Hasto.

    Hasto mengaku memang sempat ada masalah soal calon kepala daerah tunggal sehingga bisa menghampat pelaksanaan pilkada. Ia mencontohkan di Surabaya, Blitar, dan Tasikmalaya. Khusus di Blitar, Hasto menegaskan sudah tak ada masalah. PDIP mengusung Tri Rismaharini sebagai calon Wali Kota Surabaya. Melalui koordinasi dengan Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional, Hasto yakin sudah tak ada aral yang merintangi pelaksanaan pilkada Surabaya.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.