NasDem Akan Gaet Ahok di Pilkada 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersama Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian, meninjau Peresmian Kantor Pelayanan Samsat di Kantor Kecamatan Penjaringan, Jakarta, 18 September 2015. Mereka bertemu para wajib pajak yang memperpanjang STNK. TEMPO/Subekti.

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersama Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian, meninjau Peresmian Kantor Pelayanan Samsat di Kantor Kecamatan Penjaringan, Jakarta, 18 September 2015. Mereka bertemu para wajib pajak yang memperpanjang STNK. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Partai Nasional Demokrat Dem Willy Aditya mengatakan partainya berencana mengusung Basuki Tjahaja Purnama dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada pilkada 2017. NasDem segera mematangkan rencana ini sebelum Ahok digaet partai lain.

    "Kami bahas segera setelah rakernas pilkada tahun ini. Kemungkinan tetap usung dia karena dia tokoh luar biasa," kata Willy di kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Ahad, 20 September 2015.

    Willy mengatakan partainya memilih Ahok, sapaan akrab mantan Bupati Belitung Timur itu, karena prestasinya mengatasi hal-hal berisiko. Ahok, kata Willy, terbukti mampu membenahi Jakarta meski dibenci sejumlah kalangan. "Cari orang baik banyak, tapi mencari orang baik yang mau ambil risiko itu sulit," kata dia.

    Menurut Willy, partai NasDem terbuka mencalonkan tokoh-tokoh potensial dalam pilkada serentak. Partai pimpinan Surya Paloh ini tak hanya fokus menjaring kader internal partai, tetapi juga calon independen yang berprestasi di daerah. Partai NasDem turut mengusung adik Ahok, Basuri Tjahaja Purnama, sebagai Bupati Belitung Timur pada pilkada Desember 2015.

    Willy mengatakan tim Badan Pemenangan Pemilu NasDem siap menggandeng partai lain untuk berkoalisi mengusung Ahok setelah Gubernur DKI Jakarta itu menerima pinangan. "Hasil survei Ahok tinggi. Itulah yang akan kami bawa ke partai lain. Kami terbuka," kata dia.

    Ahok sendiri belum memberi sinyal atas ajakan NasDem. Dia menyatakan tak ingin terburu-buru menerima lamaran itu. "Saya lihat dulu bagaimana prosesnya ke depan," kata Ahok di Balai Kota, Jumat lalu.

    Namun, Ahok tak menutup diri bergabung dengan NasDem karena punya ikatan sejarah kuat dengan partai yang digagas Surya Paloh itu. Apalagi banyak mantan kader Partai Golongan Karya yang kini menjadi pengurus teras Partai NasDem.

    Sebagai catatan, Ahok pernah menjadi kader partai Golkar sebelum pindah ke Partai Gerakan Indonesia Raya dan akhirnya hengkang karena berbeda pendapat soal pemilihan kepala daerah langsung. "Saya ini salah satu dari 45 pendiri NasDem saat dideklarasikan sebagai organisasi masyarakat," tuturnya.

    PUTRI ADITYOWATI | RAYMUNDUS RIKANG

    Baca juga:
    Mau Menikah Bulan Mei, Ini Pengakuan Terus Terang Luna Maya
    Guru Cantik di SMA Mundur Setelah Berpose Tak Patut di Video  



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.