Polisi Tetapkan 43 Tersangka dan 1 Korporasi Pembakar Lahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang dipenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan, di Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Akibat kabut asap jarak pandang di Pekanbaru tidak lebih dari 100 meter pada pagi hari. ANTARA/Rony Muharrman

    Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang dipenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan, di Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Akibat kabut asap jarak pandang di Pekanbaru tidak lebih dari 100 meter pada pagi hari. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kepolisian Derah Riau menetapkan 43 tersangka dan satu korporasi pelaku pembakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Riau. Korporasi itu adalah PT LIH, yang bermarkas di Kecamatan Langgam, Pelalawan. Polisi masih menyelidiki 30 perusahaan yang terindikasi membakar lahan di atas konsesinya.

    "Ada 30 perusahaan lebih tengah kami selidiki," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau Ajun Komisaris Besar Ari Rachman, Ahad, 20 September 2015.

    Namun kepolisian enggan menyebut nama-nama perusahaan yang terlibat membakar lahan tersebut dengan alasan masih dalam penyelidikan. Yang jelas kata dia, penyidik kepolisian banyak menemukan lahan terbakar di atas konsesi perusahaan perkebunan. Polisi bersama saksi ahli dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan masih mencari bukti penyebab terbakarnya lahan perusahaan. "Kebanyakan perusahaan perkebunan," ujarnya.

    Sementara ini lanjut dia, polisi masih menetapkan satu tersangka korporasi yakni PT LIH dan manajer operasionalnya, FR. Perusahaan tersebut terbukti melakukan pembakaran lahan untuk perluasan dan pembersihan. "Ada kesengajaan membakar lahan," ujarnya.

    Ari menuturkan, FR merupakan orang yang bertanggung jawab atas kebakaran lahan seluas 530 hektare. Telah terjadi pembiaran dan kesengajaan membakar lahan. Perusahaan juga terbukti tidak memenuhi persyaratan analisis dampak lingkungan. Perusahaan tidak memiliki peralatan pencegahan kebakaran yang cukup jika dibandingkan dengan luas lahan ribuan hektare. "Perusahaan hanya memiliki mesin Robin beberapa saja, tidak sebanding dengan luas lahan yang mencapai 1.000 hektare," katanya.

    Sedangkan Dinas Kehutanan Riau menemukan 12 perusahaan hutan tanam industri yang terindikasi membakar lahan.

    Dinas Kehutanan mencatat kurang-lebih seluas 4.267 hektare lahan di Riau hangus terbakar sejak Juni hingga September 2015. Seluas 1.200 hektare di antaranya berada di atas konsesi perusahaan.

    RIYAN NOFITRA

    Baca juga:
    Mau Menikah Bulan Mei, Ini Pengakuan Terus Terang Luna Maya
    Guru Cantik di SMA Mundur Setelah Berpose Tak Patut di Video  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.