TNI Tangkap Oknum PNS Terduga Pengikut ISIS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga menghapus mural bergambar bendera ISIS di tembok makam yang berada di kawasan Tipes, Solo. Mural sejenis ditemukan di beberapa titik di kota ini. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Seorang warga menghapus mural bergambar bendera ISIS di tembok makam yang berada di kawasan Tipes, Solo. Mural sejenis ditemukan di beberapa titik di kota ini. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Masamba - Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, ditangkap aparat Komando Rayon Militer (Koramil). Oknum PNS yang diketahui bernama RY dicurigai sebagai pengikut ISIS. Di rumahnya ditemukan tirai bergambar lambang ISIS, kaset handycam, tujuh dokumen gerakan Mujahidin Khilafah Albaghdadi, satu buku catatan pribadi terkait ISIS, baju, dan celana loreng.

    Komandan Komando Distrik Militer 1403 Sawerigading Kapten Infanteri Cecep Sutendi mengatakan oknum PNS, RY, sudah diserahkan ke Kepolisian Resor Luwu Utara untuk ditindaklanjuti. Risal adalah pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Luwu Utara. Adapun lambang ISIS yang dipajang pada tirai depan rumahnya, Dusun Pasar Selatan, Kelurahan Bone-bone, pertama kali ditemukan Sersan Kepala Muhammad Abdi, bintara pembina desa, di Kelurahan Bone-bone.

    "Anggota kami kebetulan sedang melintas dan tanpa sengaja melihat lambang ISIS di tirai bambu yang digantung di teras rumah RY. Temuan itu lalu dilaporkan. Saya perintahkan untuk ditindaklanjuti dan dilaporkan ke polisi," kata Cecep Sutendi, Minggu, 20 September kemarin.

    Cecep mengatakan lambang ISIS pertama kali ditemukan pada 18 September lalu. Setelahnya terus dilakukan pengembangan. TNI bersama aparat Kepolisian Luwu Utara melakukan penyisiran dan mencari bukti lain dugaan adanya jaringan ISIS di Kelurahan Bone-bone. "Untuk proses lebih lanjut sudah kami serahkan ke rekan-rekan polisi, termasuk barang bukti yang kami temukan di rumah RY," ujarnya.

    Kepala Kepolisian Resor Luwu Utara Ajun Komisaris Besar Muhammad Endro membenarkan adanya seorang PNS terduga ISIS yang diamankan TNI. Polisi kemudian melakukan interogasi dan penyelidikan. "Tidak kami serahkan ke detasemen khusus. Kami hanya melakukan interogasi pada RY," kata Endro.

    Endro menyebutkan pihaknya belum berani menyimpulkan apakah Risal Yusab merupakan jaringan ISIS atau hanya simpatisan. Pihaknya masih melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah pihak terkait.

    Wakil Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani belum memberikan tanggapan apa pun soal bawahannya yang ditangkap terduga ISIS.

    HASWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.