Kabut Asap Makin Parah, Jarak Pandang Hanya 100 Meter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar berangkat ke sekolah menggunakan perahu kayu melintasi sungai Musi yang berselimut kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, 17 September 2015. Hingga awal September ini, kebun sawit yang terbakar di Sumsel setidaknya sudah 1.700 hektar. AP/Tatan Syuflana

    Pelajar berangkat ke sekolah menggunakan perahu kayu melintasi sungai Musi yang berselimut kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, 17 September 2015. Hingga awal September ini, kebun sawit yang terbakar di Sumsel setidaknya sudah 1.700 hektar. AP/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO, Padang - Kabut asap di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat semakin tebal. Jarak pandang di beberapa kawasan hanya mencapai seratus meter. Misalnya, di Kabupaten Limapuluh Kota. Jarak pandang di kabupaten yang bersebelahan dengan Provinsi Riau itu hanya seratus meter. "Kabut asap semakin tebal. Ini yang terparah," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota Nasriyanto, Sabtu, 18 September 2015.

    Nasriyanto mengatakan seiring dengan makin tebalnya kabut asap maka kualitas udara juga semakin memburuk. "Kami telah berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup untuk menginformasikan kepada warga melalui radio, agar jangan keluar rumah. Jika keluar, harus menggunakan masker," ujarnya. Menurutnya, pemerintah kabupaten sudah memberikan sekitar 200 ribu masker kepada masyarakat.

    Salah seorang warga Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota, Fajar, 29 tahun, mengeluhkan kondisi itu. "Mata perih jadinya. Napas pun sesak. Ini yang paling parah sejak beberapa minggu ini," ujarnya. Di Kabupaten Tanah Datar, kabut asap juga tidak kalah tebal. Kepala BPBD Tana Datar Mukhlis mengatakan, jarak pandang di sana berkisar 200 meter hingga 300 meter.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.