Sandera di Papua Nugini Bebas, Jokowi: Tetap Cari Dalangnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua sandera WNI, Sudirman dan Badar dibantu oleh warga Indonesia dan Papua Nugini setelah dibebaskan dari kelompok bersenjata di PNG. Menurut staf ahli presiden, Lenis Kogoya, pembebasan ini dilakukan menggunakan penyelesaian secara adat. Istimewa

    Dua sandera WNI, Sudirman dan Badar dibantu oleh warga Indonesia dan Papua Nugini setelah dibebaskan dari kelompok bersenjata di PNG. Menurut staf ahli presiden, Lenis Kogoya, pembebasan ini dilakukan menggunakan penyelesaian secara adat. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengapresiasi pembebasan dua warga negara Indonesia yang disandera ‎kelompok bersenjata di Papua Nugini (PNG). Terlebih upaya itu dilakukan tanpa barter dengan tahanan, seperti yang diminta para penyandera.

    Pembebasan dua warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penyanderaan kelompok bersenjata di PNG berhasil dilakukan tanpa barter, tanpa kompromi, ataupun dengan uang tebusan. "Saya senang sekali, bangga. Mereka bekerja senyap, enggak banyak bicara, tapi mempersiapkan sampai detik terakhir kemarin. Saya hanya perintahkan menunggu perintah dari panglima tertinggi," kata Jokowi dalam keterangan tertulis Tim Komunikasi Presiden, Sabtu, 19 September 2015.

    Saat terjadi penyanderaan, ucap Jokowi, dia mengaku langsung memerintahkan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan agar berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti, serta Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso. "Saya sudah tekankan itu sejak awal," ujarnya. ‎

    Menurut Jokowi, memasuki hari ketujuh penyanderaan, dia menelepon Perdana Menteri PNG Peter O'neill pada Kamis, 17 September 2015, ‎pukul 16.26 WIB. "Saat itu yang saya sampaikan adalah Indonesia siap membantu penuh untuk menyelesaikan masalah penyanderaan," tuturnya. ‎

    Empat jam setelah itu, sekitar pukul 20.00 WIB, Presiden mendapatkan kabar bahwa kedua WNI sudah dibebaskan. Namun, karena keduanya masih berada di hutan, dia mengaku belum bisa menyampaikan informasi pembebasan ini kepada masyarakat.

    Jokowi juga‎ telah meminta Menteri Luar Negeri untuk mencari informasi tentang motif penyanderaan dua WNI tersebut dan dilakukan oleh kelompok siapa. "Sudah saya perintahkan untuk cari tahu siapa dalangnya," katanya. Dia berharap kondisi keamanan Papua tetap terjaga. Dan Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah PNG atas upaya pembebasan kedua WNI.

    FAIZ NASHRILLAH

    Baca juga:
    Kecelakaan di Cipali, 6 Tewas: Karena Makam Mbah Samijem? 
    Kenalkan, Putri Gayatri, 15 tahun, Wakili Indonesia di PBB 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.