Perusahaan Malaysia Bakar Lahan di Riau, Ini Kata Konsulat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang dipenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan, di Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Akibat kabut asap jarak pandang di Pekanbaru tidak lebih dari 100 meter pada pagi hari. ANTARA/Rony Muharrman

    Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang dipenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan, di Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Akibat kabut asap jarak pandang di Pekanbaru tidak lebih dari 100 meter pada pagi hari. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsul Malaysia di Pekanbaru Hardi Hamdin menanggapi dengan santai ihwal kabar ada perusahaan Malaysia disebut terlibat bakar lahan di Riau. "Kita serahkan saja kepada aparat kepolisian," kata Hamdin, Jumat, 18 September 2015, saat evakuasi warga Malaysia di Pekanbaru.

    Pihaknya menyerahkan sepenuhya kepada hukum jika perusahaan yang dimaksud terbukti bersalah melakukan pembakaran lahan. "Perusahan mana yang terbukti bersalah memang seharusnya dihukum," ujarnya.

    Namun, kata Hamdin, untuk membuktikan perusahaan bersalah perlu dilakukan penyelidikan. Sebab, kata dia, terkadang tidak ada niat dari perusahaan untuk sengaja membakar lahan, tapi cuaca panas yang saat ini melanda Riau bisa jadi pemicu terjadinya kebakaran lahan. "Jadi tidak bisa kita katakan terlibat bakar lahan sebelum ada pembuktian," ujarnya.

    Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mengantongi sejumlah nama perusahaan pembakar lahan. Menteri LHK Siti Nurbaya di Jakarta, kamis lalu, menyatakan telah mencatat perusahaan asal Malaysia yang terlibat bakar lahan di Riau.

    Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau Ajun Komisaris Besar Ari Rachman menuturkan, berdasarkan penyelidikan polisi ditemukan lebih dari 30 perusahaan terindikasi bakar lahan di Riau. Lahan terbakar kebanyakan milik perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.

    Namun sejauh ini polisi masih menetapkan satu tersangka korporasi PT LIH yang bermarkas di Kecamatan Langgam, Pelalawan. "Yang lainnya masih kami selidiki," kata Ari Rachman.

    Asap sisa kebakaran hutan dan lahan mengganggu aktivitas warga. Bandara Sultan Syarif Kasim II lebih dari sepekan ini lumpuh. Sekolah diliburkan dan ribuan warga terserang ISPA. Pemerintah Riau akhirnya menetapkan status darurat asap, Senin, 14 September 2015, lantaran kualitas udara memburuk. Indeks standar pencemaran udara berada di atas 300 Psi atau berbahaya.

    Konsulat Malaysia mengevakuasi 173 pelajar maupun keluarga pegawainya di Pekanbaru menyusul kabut asap pekat menyelimuti Riau tidak kunjung usai. Warga Malaysia dipulangkan ke negaranya melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menuju Bandara Subang menggunakan pesawat militer Malaysia.

    RIYAN NOFITRA

    Baca juga:
    Kecelakaan di Cipali, 6 Tewas: Karena Makam Mbah Samijem?
    Kenalkan, Putri Gayatri, 15 tahun, Wakili Indonesia di PBB 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.