Di Boyolali, Dana Desa Rp 57 Juta Dipakai Beli Air Bersih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ILUSTRASI - Air bersih. SUMBER FOTO : http://www.shutterstock.com/ (KOMUNIKA ONLINE)

    ILUSTRASI - Air bersih. SUMBER FOTO : http://www.shutterstock.com/ (KOMUNIKA ONLINE)

    TEMPO.CO, Boyolali - Pemerintah Desa Jemowo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, terpaksa menyisihkan sebagian anggaran dana desanya untuk membeli air bersih. “Karena bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten Boyolali selama ini belum bisa memenuhi kebutuhan seluruh warga,” kata Kepala Desa Jemowo, Untung Widada, Jumat, 18 September 2015.

    Untung mengatakan, dana desa memang semestinya untuk meningkatkan produktifitas desa. Namun, di saat sekitar 6.000 warga mengalami krisis air bersih, Pemerintah Desa Jemowo memilih memprioritaskan kebutuhan vital tersebut. “Total dana desa yang akan kami terima di tahun ini sekitar Rp 200 juta lebih berapa saya lupa persisnya,” ujar Untung.

    Dari dana desa tahap pertama, sekitar Rp 57 juta di antaranya kini dialokasikan untuk membeli air bersih. Adapun sisa dananya untuk membeli material guna pengecoran jalan desa yang 60 persennya masih berupa tanah. Saat ini Pemdes Jemowo masih menyelesaikan laporan pertanggungjawaban dari penggunaan dana desa tahap pertama untuk mencairkan dana tahap kedua.

    Desa Jemowo berada di lereng Gunung Merapi sisi utara. Berjarak sekitar sembilan kilometer dari puncak gunung teraktif di Indonesia, desa yang terdiri dari 55 RT itu sama sekali tidak memiliki sumber mata air. Selama musim kemarau, Untung berujar, tiap satu RT rata-rata membutuhkan satu tanki air bersih tiap pekan.

    Sementara, bantuan air bersih dari Pemkab Boyolali rata-rata hanya 10 tanki dalam sekali pemberian. “Padahal pemberian bantuan air bersih itu tidak tiap hari sehingga tidak semua warga yang membutuhkan turut kebagian,” kata Untung. Walhasil, sebagian warga terpaksa beriuran untuk membeli air bersih sendiri seharga Rp 120.000 per tanki berkapasitas 5.000 liter.

    Dengan anggaran Rp 57 juta, Jemowo bisa menyediakan 475 tanki air bersih yang diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan seluruh warganya selama menunggu turunnya hujan. “Sudah empat kali kami membuat sumur dalam secara swadaya, tapi tidak pernah keluar airnya,” kata Untung.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.