Diserahkan ke Kejaksaan, Pengacara: Bambang KPK Tak Ditahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Widjojanto, saat mengikuti diskusi gelar perkara pemidanaan yang dipaksakan dalam kasus kriminalisasi, di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta, 15 Mei 2015. Kriminalisasi yang dilakukan aparat dengan cara paksa tersebut dinilai sangat membahayakan dan mengancam hak-hak warga sipil.TEMPO/Imam Sukamto

    Bambang Widjojanto, saat mengikuti diskusi gelar perkara pemidanaan yang dipaksakan dalam kasus kriminalisasi, di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta, 15 Mei 2015. Kriminalisasi yang dilakukan aparat dengan cara paksa tersebut dinilai sangat membahayakan dan mengancam hak-hak warga sipil.TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri menyerahkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Bambang Widjojanto ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Bareskrim juga melimpahkan sejumlah barang bukti kasus BW ke Kejaksaan. "Hanya menyerahkan berkas ke Kejari Jakarta Pusat di Kemayoran," kata Bambang di Bareskrim, Jumat, 18 September 2015.

    Bambang mendatangi Bareskrim tak lebih dari 20 menit. Kuasa hukum Bambang, Lelyana Santosa, mengatakan kliennya hanya ditanya soal kondisi kesehatan. Bambang lantas dibawa ke Kejaksaan menggunakan mobil penyidik, Nissan Serena berwarna silver berpelat nomor B-1595-QH. "Tadi kami cepat-cepat karena hari Jumat," ujar Lelyana.

    Lelyana menegaskan tak ada penahanan Bambang. Ia hanya memenuhi panggilan kepolisian dan jaksa penuntut umum untuk menyerahkan sejumlah berkas sebagai proses tahap II. Bambang, kata Lelyana, juga belum menandatangani administrasi apa pun di Bareskrim. "Belum ada penandatanganan berkas. Tadi hanya dicek kesehatan," tuturnya.

    Pelimpahan berkas Bambang terkait dengan kasus dugaan mengarahkan para saksi untuk memberikan keterangan palsu pada sidang di Mahkamah Konstitusi tahun 2010. Saksi tersebut memberikan keterangan soal sengketa pemilihan kepala daerah di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.