TNI AD Canangkan Program Gerakan 1 Juta Jamban

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mencuci pakaian dekat jamban di kali yang tercemar kawasan Teluk Naga, Tangerang, Banten, (6/9). TEMPO/Marifka Wahyu Hdayat.

    Warga mencuci pakaian dekat jamban di kali yang tercemar kawasan Teluk Naga, Tangerang, Banten, (6/9). TEMPO/Marifka Wahyu Hdayat.

    TEMPO.CO, Sidoarjo - TNI Angkatan Darat mencanangkan program gerakan masyarakat membangun 1 juta jamban untuk keluarga di seluruh Indonesia. Program yang dinamai Gema Sang Juara itu dimulai pada Agustus 2015. Sampai saat ini sudah terbangun 45 ribu jamban yang tersebar di sejumlah wilayah.

    "Selain bekerja sama dengan Kementerain Pertanian untuk mewujudkan swasembada pengan, TNI juga bekerja sama di bidang kesehatan yakni dengan membangun 1 juta jamban," kata Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono saat melakukan panen raya padi di Desa Kupang, Jabon, Sidoarjo, Kamis, 17 September 2015.

    Mulyono mengatakan, dalam program tersebut, TNI menggandeng beberapa pihak yang memiliki dana corporate social responsibility (CSR) untuk disalurkan melalui pembangunan jamban. "Kita cari setiap wilayah yang ketersediaan jambannya minim. Gerakan 1 juta jamban ini kita gerakkan di seluruh Indonesia."

    Mulyono berharap dengan gerakan 1 juta jamban bisa mengurangi kebiasan keluarga Indonesia di wilayah tertentu yang masih membuang kotorannya di sembarang tempat. "Program ini sebagai bentuk upaya TNI mendekatkan diri kepada masyarakat. Alhamdulillah saat ini sudah terbangun 45 ribu jamban," katanya.

    Program 1 juta jamban diperuntukan untuk warga yang belum memiliki jamban. Satu jamban untuk satu keluarga. Program itu diluncurkan berbarengan dengan acara penen raya padi. Di sela acara panen raya padi di Sidoarjo, Mulyono secara simbolik meletakkan batu pertama pembangunan jamban di rumah salah satu warga Desa Kupang.

    NUR HADI



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.