Bebaskan 2 WNI, Kemenlu: Penyandera Sering Pindah Tempat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel TNI berjaga di perbatasan Indonesia-Papua Nugini di Skouw-Wutun, Papua, 16 September 2015. ANTARA/Indrayadi TH

    Personel TNI berjaga di perbatasan Indonesia-Papua Nugini di Skouw-Wutun, Papua, 16 September 2015. ANTARA/Indrayadi TH

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan pasukan Angkatan Bersenjata Papua Nugini (PNG) terus mengejar para penyandera dua warga Indonesia di wilayah negara jiran itu. Mereka berusaha kembali masuk ke hutan untuk menemukan posisi penyandera dengan menggunakan teknologi yang mampu menunjukkan titik keberadaan penyandera.

    "Para penyandera sering berpindah tempat," kata Arrmanatha kepada Tempo malam ini, 17 September 2015. (Baca: EKSKLUSIF: Curhat Jeffrey Pagawak Dituduh Sandera 2 WNI)

    Arrmanatha menjelaskan, pasukan Angkatan Bersenjata PNG masih menggunakan minimal force menghadapi para penyandera untuk mengurangi terjadinya kontak senjata. "Informasi yang kami terima bahwa PNG masih menunggu dan berupaya melakukan komunikasi dengan penculik," ujar Arrmanata.

    Dua warga Indonesia yang dijadikan sandera oleh kelompok bersenjata di Skouwtiau, Distrik Kerom, PNG, adalah Sudirman, 28 tahun, dan Badar, 20 tahun. Keduanya merupakan penebang yang bekerja di sebuah perusahaan penebangan kayu di PNG.

    Sebelumnya, Tempo menerima informasi, hari ini, mulai pukul 1 siang waktu PNG, pasukan Angkatan Bersenjata PNG melakukan operasi militer untuk mencari para penyandera. Mereka mendatangi rumah warga di sekitar lokasi penyanderaan di Scotjow.

    (Baca: WNI Disandera di Papua Nugini, Menlu Retno: Tak Ada Barter)

    Arrmanatha membantah informasi itu. Menurut dia, Angkatan Bersenjata PNG menggunakan minimal force dalam pencarian para penyandera sehingga tidak terjadi kontak senjata.

    ARKHELAUS WISNU | MARIA RITA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.