Kapolri: Kelompok Santoso Pelaku Teror di Sulawesi Tengah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Polisi membawa anggota kelompok teroris Santoso yang tewas saat baku tembak dengan anggota Brimob dan Densus 88 di Desa Sakina Jaya, Parig, Sulawesi Tengah,3 April 2015. Polisi menduga sekitar 10 orang kelompok teroris Santoso terlibat baku tembak dengan aparat. ANTARA /Fiqman Sunandar

    Anggota Polisi membawa anggota kelompok teroris Santoso yang tewas saat baku tembak dengan anggota Brimob dan Densus 88 di Desa Sakina Jaya, Parig, Sulawesi Tengah,3 April 2015. Polisi menduga sekitar 10 orang kelompok teroris Santoso terlibat baku tembak dengan aparat. ANTARA /Fiqman Sunandar

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mengatakan jaringan teroris Santoso merupakan pelaku rangkaian pembunuhan yang terjadi di Sulawesi Tengah. Badrodin mengatakan aksi teror itu merupakan ajang balas dendam kelompok Santoso setelah baku tembak di Poso pada 16-19 Agustus. "Dari hasil penyelidikan, memang itu dilakukan oleh kelompok Santoso," kata dia saat dihubungi, Kamis, 17 September 2015.

    Badrodin menerangkan saat baku tembak pertengahan Agustus lalu, kelompok Santoso memang telah mengeluarkan ancaman untuk membalas dendam. Aksi ini dipicu tewasnya satu anggota jaringan Santoso dalam baku tembak tersebut. Satu anggota Polri juga tewas dalam kejadian itu. "Setelah baku tembak itu mereka mengancam akan turun. Mereka bilang darah harus dibalas dengan darah," ujarnya.

    Diduga karena alasan itulah jaringan Santoso lantas melakukan serangkaian pembunuhan terhadap warga sekitar. Awalnya mereka membunuh I Nyoman Astika, warga Dusun Baturiti, Balinggi, Parigi Moutong, pada 13 September. Wanita 70 tahun itu ditemukan tewas dengan leher dipenggal. Korban kedua adalah Hengky, 50 tahun. Korban ketiga, yang belum jelas identitasnya, ditemukan tewas dengan kondisi penuh luka tusuk Desa Salubunga.

    Menurut Badrodin, aksi pembunuhan itu dilakukan tanpa pandang bulu. "Siapa saja yang mereka temui saat keluar dari hutan, tempat persembunyiannya, bisa dibunuh," tuturnya. Meski menuding kelompok Santoso di balik aksi pembunuhan itu, Badrodin belum menetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan itu. Belum jelas juga dasar alasan lain atas tudingan itu, terutama mengapa warga biasa menjadi sasaran pembunuhan.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.