Demokrat Tolak Gaji DPR Naik, Fahri: Jangan Ngoceh di Luar!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fahri Hamzah. TEMPO/Tony Hartawan

    Fahri Hamzah. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kenaikan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat menuai kritik tak hanya dari lingkup eksternal, tapi juga dari lingkup internal. Partai Demokrat menganggap kenaikan tunjangan tak pantas dilakukan di tengah kondisi perekonomian yang buruk.

    "Kami tidak sepakat. Tunjangan yang ada selama ini sudah cukup, tak perlu naik lagi," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Sjariefuddin Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 17 September 2015.

    Partai berlambang mirip logo Mercy itu lebih memilih uang tunjangan digunakan untuk kesejahteraan rakyat. "Sekarang pengangguran bertambah, rakyat enggak bisa beli barang kebutuhan. Belum lagi inflasi tinggi," kata anggota Komisi Pertahanan DPR ini. "Rakyat itu makan saja susah, DPR harus prihatin."

    Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR Dimyati Natakusumah mengatakan tambahan tunjangan anggota Dewan cair bulan depan. Anggota DPR akan menerima total insentif minimal Rp 31 juta, belum termasuk gaji pokok, tunjangan suami-istri, dan tunjangan jabatan. Jadi total gaji yang dibawa pulang seorang anggota Dewan sebesar Rp 58-60 juta.

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik rekan-rekannya yang terkesan mencari dukungan publik dengan menolak kenaikan tunjangan. Padahal, kata dia, ada prosedur bila mau menyuarakan pendapat. "Tolak di Badan Anggaran. Kan tiap fraksi ada anggotanya di Banggar," kata dia. "Jangan ngoceh di luar."

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.