Militer Indonesia Peringkat Ke-12 Dunia, Apa yang Masih Kurang?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI mengikuti upacara pelepasan Satgas Penanggulangan Bencana Asap di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 10 September 2015. Sebanyak 1.050 parajurit TNI dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan di wilayah Sumatra Selatan. ANTARA/M Agung Rajasa

    Prajurit TNI mengikuti upacara pelepasan Satgas Penanggulangan Bencana Asap di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 10 September 2015. Sebanyak 1.050 parajurit TNI dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan di wilayah Sumatra Selatan. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Hanafi Rais, Wakil Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat, berkomentar soal posisi militer Indonesia yang berada di peringkat ke-12 militer dunia dengan indeks kekuatan 0,5231. Peringkat ini dirilis Global Firepower, lembaga pemeringkat militer dunia. Penilaiannya dilakukan dengan melihat 50 indikator yang berfokus pada anggaran, infrastruktur, dan cadangan energi, tanpa memasukkan kemampuan nuklir.

    "Hal yang terpenting sebenarnya bukan peringkat militer yang dicapai Indonesia. Tapi negara mana saja yang berada di peringkat lima besar dunia, dan apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengejarnya," ujar Hanafi di Jakarta, pada Rabu, 16 September 2015. Lima negara dengan militer terbaik menurut Global Firepower tersebut berturut-turut adalah Amerika Serikat, Rusia, Cina, India, dan Inggris.

    Hanafi mengakui, meski berada di peringkat ke-12 dunia, secara teknis, kualitas militer Indonesia tertinggal jauh oleh lima negara di peringkat teratas tersebut. Karena itu, pembenahan perlu dilakukan melalui modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista) dan penguatan strategi pertahanan.

    Ia menjelaskan, penguatan strategi pertahanan itu sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo, yang menitikberatkan pada pengawasan perbatasan darat dan laut.

    "Selain itu, perlu modernisasi alat seperti radar untuk menjaga kedaulatan wilayah udara RI, termasuk mengambil alih flight information region (FIR) Indonesia yang dipakai Singapura di utara Pulau Bintan," tutur Hanafi.

    INEZ (MAGANG)



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.